Hari ini : Rabu, 20 November 2019

NEWS

Sarasehan Musisi Jogja, Musisi Aktif Wani Produktif

Membicarakan soal music selalu menarik dan tidak pernah selesai. Sepanjang proses peradapan berlangsung, aspek music selalu menjadi bagian drama kehidupan manusia. Musik kadang menjadi indicator dari situasi social dan politik sesuatu wilayah atau bahkan menerjemahkan persoalan global secara kongkrit. Pada hari ini perkembangan music sudah melampaui ekspetasi kreatif manusia dalam mewujudkan suatu gagasan menjadi sesuatu gagasan menjadi suatu bentuk sajian music dalam bentuk mutakhir.

Musik juga bisa hanya sebatas memainkan suatu lagu entah lagu siapapun itu asal mampu menyenangkan dirinya atau orang lain, dengan kata lain cukup sebagai sarana hiburan semata.

Apakah kita masih butuh suatu kaidah yang mengawal proses kreatif tersebut ? Berikut nilai-nilai etika, moral hingga legal aspek yang menuanginya. Beragam argument dan perspektif akan menarik jika di bahas secara akrab sesuai dengan kultur dan dialektika local kita. Karena pada akhirnya kita tetap butuh komitmen bersama melalui suatu paradigm yang seragam agar bisa saling mengapresiasi satu sama lain sesuai kapasitas masing-masing. (Heri Machan)

“Membicarakan soal music dengan keadaan di jogja, secara khususon di jogja hampir semua sama dengan music di tanah air. Karena musisi sekarang sebenarnya dimudahkan dengan akses informasi dan teknologi untuk mendapatkan inspirasi lagu dan bisa dihasilkan sebuah karya sendiri di era modern dengan budget simple dapat terjangkau. Berbeda di jaman dahulu untuk membuat sebuah hasil karya lagu, berusaha untuk mengumpulkan uang saku dan untuk proses nya tidak begitu mudah”.  Ujar Yudha Kristiawan Jurnalis Musik & Vokalis Yudha and The Remora

Dory Soekamti CEO Euforia Music Publisher & Gitaris Endank Soekamti memaparkan “Di Indonesia dari music segi modern kemudian masuk di jogja, industri music di jogja salah satu pemain penting di permusikan nasional. Dunia digital memang sangat sexy sekali industri musiknya, di jogja juga sangat seksi sekali karena terutama di dunia digital itu data terakhir adalah masyarakat penduduk Indonesia dalam satu hari minimal 72 menit mendengarkan music strem. Disisi lain pendapatan royalti performing adalah ketika music itu diumumkan ke public, pada tahun kemarin pendapatan royalti performing di Indonesia meningkat sepuluh kali lipat. Kembali ke pada tangan musisi yang paling penting sekarang adalah strategi branding, jadi setiap musisi harus punya titik kuat berada dimananya dan ketika memiliki keunikan tertentu dari sekian banyak pemain di industri music kita”.

OHTER POST

43 Media hadir dalam undangan Kawan Lama Retail area Yogya

Yogyakarta. Kawan Lama Grup be

...


Mahasiswa UGM Suarakan Pentingnya Minum Air Putih dengan Membagikan Tumbler Gratis di CFD

Pada bulan Oktober hingga Nove

...


NGAYOGJAZZ 2019 "Satu Nusa Satu Jazz-Nya"

Kemeriahan Ngayogjazz 2019 di

...


Festival Film Dokumenter 2019

Festival Film Dokumenter tetap

...