Hari ini : Sabtu, 14 Desember 2019

NEWS

Festival Film Dokumenter 2019

Program kompetisi merupakan salah satu program utama dari perhelatan FFD tiap tahunnya. Program ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita, serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, FFD tidak hanya sekedar menyajikan kompetisi film dokumenter semata. Program pemutaran film, diskusi, dan edukasi turut dihadirkan oleh FFD sebagai ruang pengembangan dokumenter, medium ekspresi dan ekosistem pengetahuan, ini sekaligus menjadi tempat interaksi antara pegiat film, akademis, seniman lintas bidang, programmer, distributor, hingga pelajar sekolah.

Total ada 15 program yang disajikan dalam FFD 2019, meliputi : Kompetisi, Perspektif, Spektrum, Docs Docs, Focus on Canada, Focus on Korea, Layar Lebar, Layar Kekerasan, Lanskap, Etnografi, Indrawi, The Feeling of Reality (VR), SchoolDoc, DocTalk, Public Lecture, Lokakarya, Kritik Film, dan Le Mois du Documentaire.

SchoolDoc adalah ekshibisi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan apresiasi film di kalangan pelajar. Pada tahun ini, Forum Film Dokumenter melalui Program SchoolDoc mengadakan lokakarya produksi film untuk pelajar SMA/sederajat yang mengangkat tajuk “Melacak Akar, Merekam Asal: Potret Diri” dan menghasilkan lima karya dari lima peserta yang diputar mulai tanggal 2-6 Desember 2019 tiap hari Senin-Jumat pukul 13.00 - 20.00 WIB.

DocTalk dan Public Lecture merupakan program dari agenda diskusi. Isu-isu yang diangkat tahun ini berangkat dari berbagai kegelisahan, mulai dari persinggungan film dengan Negara dan pasar, film dengan produksi pengetahuan, hingga film dengan perubahan sosial. Dua program ini akan menjadi ruang temu atas berbagai gagasan yang eksploratif, imajinatif dan kreatif.

- Distribusi, Pasar, & Ekonomi Politik Film, "Rupa-Rupa Distribusi Film Kita"

- Intermedialitas/Alih dan Silang Wahana, "Manuver Mata Mekanis: Video Art dan Film     Dokumenter di Indonesia"

- Film & Demokrasi, "Film Pendek dan Demokrasi yang Diinginkan"

- Community & Society, “Memahami Ulang Bentuk Kekerasan dalam Komunitas dan

- Pencegahannya”

- Hacking Methods & Ethics Issue, "Intimacy and Ethic: Universal or Contextual?

- Public Lecture; “Getting the Story Right, Telling the Story Well”

- Public Lecture; “Indonesian Cinema after the New Order: Going Mainstream”

Lokakarya kritik film hadir sebagai perwujudan dari agenda edukasi. Peserta akan menghadiri pemutaran film selama festival untuk menulis tentang film dan mendiskusikannya bersama mentor dan sesama peserta. Tahun ini dari 32 pendaftar, terpilih delapan peserta untuk bergabung dalam lokakarya selama lima hari penuh dari 2 - 6 Desember 2019. Tugas akhir para peserta akan diterbitkan dalam buku digital yang didesain oleh FFD.

Le mois du documentaire tahun ini akan akan membicarakan definisi kebahagian yang dikejar oleh kelompok masyarakat dari beragam latar belakang dan menjadi bagian pertarungan identitas. Isu tersebut akan disajikan lewat pemutaran empat film yaitu, To the Four Winds (Libre) (2018), Cassandro, The Exotico! (2018), Le Grand Bal (2018), dan Nofinofy (2019).

Seluruh program acara FFD 2019 akan diselenggarakan dalam rentang tanggal 1 - 7 Desember 2019 yang bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, IFI-LIP Yogyakarta dan Kedai Kebun Forum. Malam penghargaan kompetisi film dokumenter sendiri akan diadakan pada tanggal 7 Desember 2019 bersamaan dengan acara Penutupan Festival.

OHTER POST

Dispar Kota Yogyakarta Gandeng Dispar Kabupaten Badung, Tingkatkan Length of Stay Wisatawan

Dinas pariwisata Kota Yogyakar

...


Ineke Vandoorn & Marc Van Vugt Duo, Spesial kolaborasi bersama Purwanto KuaEtnika

Pemenang Grammy Belanda, Ineke

...


Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019 Hadir di Sleman City Hall

Salah satu pusat perbelanjaan

...


Prudential Indonesia Berhasil Gaet Ribuan Pengunjung di Kemeriahan PRURide Indonesia 2019

Yogyakarta, 8 Desember 2019 -

...