Hari ini : Sabtu, 14 Desember 2019

NEWS

Melalui Konser #BeraniDekat Bicara Tentang Kesehatan Reproduksi

Di Indonesia sendiri, perkawinan anak sebesar 37,91%1 tertinggi kedua di ASEAN, selain itu, 33,5% perempuan usia 15-19 tahun hamil di usia muda2. Ditambah lagi, hanya 51,1% anak muda Indonesia yang memiliki pengetahuan komprehensif terhadap kesehatan reproduksi. Sementara itu, prevalensi HIV di Indonesia saat ini diperkirakan sebanyak 640 ribu jiwa, namun hanya 349 ribu jiwa yang terlapor. 17,1% kasus HIV di Indonesia yang tercatat selama April hingga Juni 2019, merupakan anak muda berusia 15 – 24 tahun3. Di sisi lain, Ibu Rumah Tangga saat ini menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap infeksi HIV. Terlebih lagi, Angka Kematian Ibu melahirkan di Indonesia terbilang masih tinggi yaitu 305 per 100 ribu kelahiran.

Melihat fenomena tersebut, DKT Indonesia sebagai organisasi kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana yang membawahi merek Sutra, Fiesta, Supreme, dan Andalan Kontrasepsi secara konsisten melakukan pendekatan dan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan pentingnya kesehatan reproduksi walaupun selalu ada pro dan kontra.

 

Dalam hal edukasi, DKT Indonesia memiliki tiga tujuan utama dalam kesehatan reproduksi , yaitu:

1. Memastikan bahwa masyarakat Indonesia mengerti tentang pentingnya hal tersebut;

2. Memastikan bahwa masyarakat Indonesia paham akan risiko dan konsekuensi apabila kurangnya pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi;

3. Memastikan bahwa masyarakat Indonesia menganggap kontrasepsi sebagai sebuah alat kesehatan dasar yang berfungsi untuk melindungi mereka.

 

Pada 01 Desember 2019, DKT Indonesia mempersembahkan “Konser #BeraniDekat Bersama Didi Kempot dan Guyon Waton” di Yogyakarta, sebagai salah satu bentuk edukasi yang dikemas dengan hiburan musikal, yang juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia 2019.

Ade Maharani, selaku Head of Marketing DKT Indonesia mengungkapkan “Konser #BeraniDekat (#beraniDKT) merupakan bentuk tanggung-jawab kami untuk konsisten mengedukasi kalangan anak muda Indonesia. Didi Kempot dan Guyon Waton merupakan musisi lokal yang sangat digemari oleh anak muda saat ini. Untuk itu, dengan adanya konser #BeraniDekat (#beraniDKT) kami berharap dapat merangkul anak muda Indonesia untuk bersama-sama sadar dan turut menjaga kesehatan reproduksinya”.

Penghargaan Bagi Local Hero

Dalam konser #BeraniDekat (#beraniDKT), DKT Indonesia juga turut memberikan apresiasi kepada kedua figur inspiratif lokal, yaitu Bidan Ajeng Sulistyaningrum dan juga Bapak Puger Mulyono yang berdedikasi bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Bidan Ajeng memperjuangkan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi KB bagi masyarakat di lereng Merapi. Bidan Ajeng tak kenal lelah melayani masyarakat desa di sekitar Merapi yang terisolir karena ingin melihat anak-anak lereng Merapi tumbuh sehat dan mengurangi angka kematian ibu dan anak di wilayahnya. Beliau rela berjalan kaki di sepanjang pedukuhan girpasang, tegal mulyo, klaten untuk melayani pasiennya. Padahal, jarak yang ditempuh merupakan daerah bebatuan dan anak tangga yang panjang.

“Kami melihat Bidan Ajeng sebagai salah satu tokoh inspiratif yang sejalan dengan kampanye DKT Indonesia untuk mengedukasi para perempuan muda agar memiliki perencanaan keluarga sedari dini. Melihat tingginya Angka Kematian Ibu dan juga angka Infeksi HIV-AIDS pada Ibu Rumah Tangga, sudah saatnya perempuan berani mengambil keputusan bagi dirinya sendiri atas hak-hak kesehatan reproduksi mereka” Ujar Ade Maharani.

Sementara itu, Pak Puger Mulyono merupakan warga Surakarta yang memiliki profesi sebagai tukang parkir. Beliau menyisihkan pendapatannya dan juga mendirikan yayasan lentera untuk merawat Anak Dengan HIV-AIDS (ADHA). Disaat orang lain memiliki stigma terhadap anak-anak tersebut, beliau rela mengabdikan diri tanpa pamrih untuk anak-anak itu dan hingga membiayai pendidikannya. “Menurut kami, kedua tokoh tersebut merupakan sosok pahlawan yang berani mendobrak stigma demi kesehatan masyarakat Indonesia” tambah Head of Marketing Indonesia tersebut menjelaskan.

Didi Kempot, selaku pengisi acara utama, mengungkapkan “Saya melihat bahwa konser #beranidekat memiliki misi bukan hanya sekedar menghibur, tapi juga memiliki unsur edukasi kesehatan, dan mengajarkan kita untuk tidak lagi mendiskriminasi/memandang sebelah mata sodara kita yang terinfeksi HIV. Seperti kisah inspiratif dari Pak Puger dan juga Bidan Ajeng, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang ada tetapi selalu mengabdikan dirinya tanpa pamrih. Jadi dengan adanya konser #beranidekat yang diselenggarakan oleh DKT Indonesia ini saya berharap sobat Ambyar dapat turut serta menerapkan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup”.

OHTER POST

Dispar Kota Yogyakarta Gandeng Dispar Kabupaten Badung, Tingkatkan Length of Stay Wisatawan

Dinas pariwisata Kota Yogyakar

...


Ineke Vandoorn & Marc Van Vugt Duo, Spesial kolaborasi bersama Purwanto KuaEtnika

Pemenang Grammy Belanda, Ineke

...


Indonesian Cactus and Succulent Festival 2019 Hadir di Sleman City Hall

Salah satu pusat perbelanjaan

...


Prudential Indonesia Berhasil Gaet Ribuan Pengunjung di Kemeriahan PRURide Indonesia 2019

Yogyakarta, 8 Desember 2019 -

...