Hari ini : Rabu, 29 Januari 2020

NEWS

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Prudential Indonesia Hadirkan Produk Asli Papua dalam PRURide Indonesia 2019

Rinaldi Mudahar, Country CEO, Community Investment Prudential Indonesia, menjelaskan, “Melaluipilar ‘Pemberdayaan Indonesia Timur’ dalam inisiatif Community Investment, Prudential Indonesia turut berkontribusi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya di Papua. Salah satu perwujudannya adalah melalui program Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda yang dilaksanakan bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) sejak awal 2019 untuk memberdayakan dan menyejahterakan komunitas secara berkelanjutan.”

Mengenai alasannya, lebih lanjut Rinaldi memaparkan, “Pertumbuhan penduduk usia produktif di Papua saat ini sedang meningkat. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia Papua terus mengalami kemajuan hingga 60,06 di 2018. Jika kita bersama-sama dapat terus menggali dan mengawal pertumbuhan positif ini, maka geliat pertumbuhan ekonomi di Papua dapat lebih terpacu.”

Setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan selama 9 bulan, Yafeth, Gratia dan Yunitayang merupakan peserta gelombang pertama diharapkan untuk mengimplementasikan rencana bisnis mereka dalam 18 bulan kedepan bersama rekan-rekan lainnya. Mereka mengakui bahwa rangkaian program pembinaan telah meningkatkan kualitas hidupnya. Kini mereka jauh lebih memahami konsep dan proses bisnis serta makin termotivasi untuk menjadi sosok yang mandiri dan dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungannya.

Yafeth Steven Wetipo (32 Tahun) Produk/Usaha: Highland Roastery

Usaha Yafeth bermula pada 2014 dengan berjualan biji kopi green beans yang berasal dari wilayah kampungnya di kabupaten Lanny Jaya, Distrik Kurima dan Distrik Tangma. Namun karena pada 2017 permintaan bahan mentah menurun, ia berinisiatif menyangrai kopi menggunakan wajan dan pada Desember 2017 ia mencetuskan untuk mulai memproduksi kopi dalam kemasan dengan nama Highland Coffee. Ketika mengikuti Program Kewirausahaan Kaum Muda, Yafeth kemudian mengubah namanya menjadi Highland Roastery sesuai dengan keunggulan dari produk kopinya, ditambah lagi ia adalah satu-satunya orang asli Papua yang bersertifikat roaster.

Kini ia menjadi salah satu pemasok kopi kepercayaan diberbagai restoran dan cafe di wilayah Papua. Rata-rata hampir seluruh produknya menggunakan kopi Papua yaitu Kopi Arabica dari Yahukimo (Kurima dan Tangma), Wamena (Kurulu dan Wollo), Lanny Jaya (Tiom dan Pirime), Pegunungan Bintang (Kiwirok, Sabin dan Veneli), serta Kopi Robusta Kab. Kepulauan Yapen. Tak hanya memasarkan kopinya, ia juga memberikan timbal balik untuk mendukung pendidikan komunitas daerah-daerah tersebut. Yafeth rutin bekerjasama dengan rekan bisnisnya, Phondabee Cafe, dengan membuat kegiatan minum kopi yang ditukar dengan buku tulis. Baginya, berbisnis tidak hanya untuk sekedar mendapatkan keuntungan tetapi juga harus membawa dampak dan inspirasi positif bagi generasi muda lainnya agar mereka tergerak memanfaatkan berbagai peluang yang ada  di Tanah Papua.

Paideia Gratia Sumihe (28 Tahun) Produk/Usaha: Gracy Curls

Rambut adalah mahkota bagi seorang wanita, tak terkecuali Paideia Gratia Sumihe yang akrab dipanggil Grace. Lulusan sastra Inggris ini mensyukuri anugerah rambut keritingnya namun di saat yang bersamaan dulu Grace mengaku bingung dalam merawat rambutnya karena produk khusus rambut keriting sangat jarang ditemukan. Ia pun memutuskan rutin melakukan rebonding sejak SMA dan ternyata proses tersebut lama kelamaan merusak rambutnya. Seiring berjalannya waktu, kekecewaan Grace memicunya untuk melakukan berbagai inovasi agar ia dan wanita lain bias mendapatkan perawatan rambut keriting alami. Iseng-iseng mencoba, ia berhasil membuat gel rambut dari bahan dasar aloe vera yang menjadikan rambut keritingnya lebih terdefinisikan sehingga lebih halus, mudah dan tampak indah.

Grace ingin menjual gel rambutnya di awal 2018 agar wanita lain dengan kisah yang sama dapat terbantu namun belum terealisasikan akibat ketidakpahaman terhadap bisnis. Akhirnya pada bulan Mei 2019 ketika mengikuti Program Kewirausahaan Kaum Muda, Grace memberanikan diri untuk mulai berbisnis dan produknya pun menjadi incaran banyak wanita di wilayah Papua. Kini tantangan terbesar baginya adalah cara memasarkan produknya secara luas keluar Jayapura karena produknya homemade tanpa bahan kimia dan pengawet. Namun hal ini tidak menghalangi langkah Grace untuk terus berinovasi sembari perlahan mewujudkan impiannya membangun perusahaan kosmetik khusus rambut keriting di Papua.

Yonece Yunita Ohee (24 Tahun) Produk/Usaha: Pondok Butterfly Skyline

Tak ingin hanya sekedar meneruskan usaha keluarga yang sudah dibangun sejak 1997, Yunita merasa perlu mencari ide-ide segar agar usaha restorannya dapat terus bertahan. Suatu ketika dalam travelling-nya, ia menemukan inspirasi ketika melihat ada nyapenyajian menu menggunakan kelapa. Tanpa meninggalkan cita rasa khas masakannya, Yunita mengembangkan menu unik yang kini menjadi andalan di Pondok Butterfly Skyline yaitu ‘Bakso Kelapa’. Di menu ini Yunita tidak hanya menggunakan batok kelapa sebagai wadah, namun ia meninggalkan daging dalam kelapa untuk dimakan bersama dengan bakso, sedangkan air kelapanya disajikan terpisah sebagai minuman. Hingga kini ia terus melakukan terobosan dengan memanfaatkan kelapa, seperti ‘Kelapa Float’, sajian dessert di dalam batok kelapa yang lengkap dengan daging kelapa dengan campuran susu, madu, es dan es krim serta taburan toping coklat.

Program Kewirausahaan Kaum Muda diakuinya sangat bermanfaat baginya dalam pengelolaan bisnis karena sebelumnya ia tidak terlalu mementingkan catatan pembukuan. Kesuksesannya berbisnis dan mengembangkan diri ingin ia tularkan kepada anak muda Papua lainnya. Di awal tahun 2020 Pondok Butterfly Skyline akan memiliki dua cabang lagi di sekitar kota Jayapura dan ia berharap bias merekrut anak muda Papua yang ingin maju dengan bekerja sekaligus belajar menjadi seorang wirausaha bersama dirinya.

OHTER POST

Grand Opening Si.Se.Sa Botique Bandung

Memiliki 10 butik terbesar di

...


Media Gathering bersama Sleman City Hall, Sleman menyambut Imlek Festival 2020

Dalam menyambut shio tikus log

...