Hari ini : Selasa, 25 Februari 2020

NEWS

Meneropong Gerhana Matahari 2019 di Yogyakarta

Untuk wilayah di Indonesia yang dilintasi oleh lintasan gerhana matahari cincin adalah sebagian kecil Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Wilayah di sekitarnya dapat menyaksikan puncak dari gerhana matahari sebagian, piringan matahari akan tampak seperti bulan sabit.

Pada pukul 10.56 WIB, piringan Bulan di Yogyakarta memulai kontak dengan piringan Matahari. Telah terjadi puncak gerhana pada pukul 12.47 WIB dan berakhir pada pukul 14.28 WIB. Ketika puncak gerhana terjadi, wilayah di Indonesia yang dilewati oleh jalurnya akan melihat Gerhana Matahari Cincin. Sementara itu wilayah lain yang tidak di lalui jalur akan melihat Gerhana Matahari Sebagian. Wilayah itu termasuk dengan Yogyakarta. Ketika terjadi puncak, masyarakat di Yogaykarta menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian yang piringan Matahari akan berbentuk seperti sabit.

Event yang diselenggarakan oleh Komunitas Astronomi Penjelajah Langit dan Taman Pintar Yogyakarta dalam Jogja Meneropong Gerhana Matahari 2019 ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang fenomena astronomi yaitu Gerhana Matahari. Event ini dilakukan di Taman Pintar Yogyakarta yang dimulai pukul 10.55 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Acara ini terselenggara free, sasaran diadakannya dari acara ini untuk warga Yogyakarta dan terbuka untuk umum.

Gerhana matahari merupakan fenomena ketika cahaya matahari ke bumi terhalang atau tertutup oleh bulan yang melintas di depannya. Fenomena ini dapat terjadi karena posisi matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus yang sejajar yaitu ketika bulan berada pada fase bulan baru. Pada Kamis, 26 Desember 2019 di Indonesia terjadi fenomena Gerhana Matahari Cincin. Matahari akan tertutup oleh piringan bulan namun piringan matahari tidak tertutup sempurna oleh piringan bulan. Terdapat celah sinar matahari yang tidak terhalang oleh piringan bulan di tepi-tepi piringan, sehingga gerhana matahari akan Nampak seperti cincin.

Keistimewaan Gerhana Matahari Cincin 2019 ini merupakan peristiwa gerhana matahari ini ketika terjadi cakupan wilayah yang mampu menyaksikan tidak seluas disbanding ketika gerhana bulan terjadi. Selain itu Gerhana Matahari Cincin ini adalah serial kedua Gerhana Matahari Cincin di tahun 2000 yang dapat disaksikan di wilayah Indonesia. Indonesia dapat kembali menyaksikan Gerhana Matahari Cincin pada tahun 2031. Sementara itu Gerhana Matahari tipe lain yang dapat disaksikan di Indonesia setelah fenomena tanggal 26 Desember 2019 adalah Gerhana Matahari Hibrid yang akan terjadi pada tahun 2023.

Komunitas Penjelajah Langit dan Taman Pnitar Yogyakarta menyiapkan beberapa peralatan yang bisa diakses oleh pengunjung, diantaranya yaitu 4 buah teleskop, kacamata matahari, dan proyektor lubang jarum. Selain menggunakan peralatan yang telah disediakan, komunitas penjelajah langit juga berkreatif menggunakan ayakan / saringan santan dan kertas. Dalam mengamati fenomena Gerhana Matahari ini, pengunjung wajib menggunakan alat untuk keamanan mata mengingat sinar matahari memiliki intensitas yang sangat tinggi. Jika melihat secara langsung dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya solar retinopathy yaitu kondisi terganggunya mata yang ditandai dengan pandangan yang buram atau muncul bercak hitam yang tidak bisa di hilangkan. Selain itu pengelihatan dalam membedakan warna juga terganggu. Hal ini terjadi karena sel-sel peka cahaya tersebut akan mendapatkan rangsangan oleh sinar matahari dalam jumlah berlebih, dan sel-sel tersebut akan melepaskan bahan kimia dalam bola mata yang dapat merusak sel-sel reseptor di dalamnya. Sehingga penting untuk menggunakan pengaman saat gerharana.

OHTER POST

Famtrip Media Pariwisata Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta, te

...


New Uniform Launching, Bentuk Brand Identity Hotel Gaia Cosmo

Salah satu tempat penginapan h

...


Dinner Sepuasnya, Sambut Akhir Pekan di Harper Mangkubumi Yogyakarta

Salah satu tempat penginapan b

...


ACE HARTONO MENGGELAR POPCORN PARTY BIDIK KELUARGA

Salah satu pusat perbelanjaan

...