Hari ini : Sabtu, 04 Juli 2020

NEWS

Reresik Jogja, dalam bingkai "Mangayubagya Tinggalan Jumenegan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X"

Masyarakat Yogyakarta memiliki modal sosial yang sangat baik untuk mengatasinya, hal ini ditunjukkan dari berbagai pengalaman kejadian bencana yang telah dan pernah kita alami dari gempa bumi, gunung meletus, abu vulkanik, flu burung dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta harus menjadi subjek dalam penanganan COVID-19 di DIY.

Sejatinya saat ini kita tidak hanya berhadapan dengan COVID-19 saja, namun juga berhadapan dengan kekhawatiran masyarakat, sebagainya masyarakat yang tidak peduli sama sekali, pro dan kontra pemberitaan dan banyaknya berita yang tidak benar yang beredar di media sosial.

Dalam Bingkai “Mangayubagya Tinggalan Jumenegan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X” Kegiatan kemasyarakatan maupun yang mengundang keramaian dialihkan menjadi kegiatan “Reresik Jogja”.

Adapun kegiatan yang sejalan dengan social distancing untuk membangun kesadaran diri dalam mengeratkan persaudaraan :

  1. Menjaga jarak dengan orang disekitar dengan minimal 1 meter
  2. Sadar dan rela mengisolasi diri selama 14 hari bagi yang memiliki riwayat perjalanan luar daerah DIY atau kontak dengan pasien positif corona lainnya
  3. Membatalkan dan atau menunda kegiatan yang bersifat pengumpulan masa
  4. Meningkatkan imunitas dan menjaga stress
  5. Belajar di rumah dan mengisi dengan kegiatan positif
  6. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah asesmen mandiri
  7. Membersihkan lingkungan tempat tinggal serta melakukan disinferksi mandiri
  8. Menghubungi call center 0274 555585 sebagai langkah asesmen

Kegiatan reresik jogja dilaksanakan diseluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan simbolisasi dimulai dari seputaran tugu jogja. Kegiatan ini tidak ditujukan untuk mengumpulkan masa, namun petugas dan relawan yang akan bergerak untuk mensosialisasikan pencegahan dan penanganan menggunakan mobil penerangan/kendaraan keliling. Meningkatkan area kerumunan untuk menjaga jarak, disenfeksi area publik, dan fasilitas umum lainnya.

Simbolisasi mulai dilaksanakan Minggu (22/03) pukul 09.00 WIB di seputar Tugu Jogja hingga Stasiun tugu dan menyebar ke berbagai arah hingga kab/kota untuk melakukan penyiaran dan edukasi secara terbuka kepada masyarakat. Kegiatan ini juga akan berlanjut pada hari berikutnya oleh kolaborasi Masyarakat Jogja, Relawan dan Posko Terpadu Penanganan Covid-19 Pemda DIY.

OHTER POST

SCH Adakan Simulasi Pernikahan, Era "The New Normal"

Sleman City Hall yang beralama

...


Xing Fu Tang hadir di Hartono Mall Yogyakarta

Pastinya sudah tidak asing lag

...