Hari ini : Selasa, 07 Juli 2020

NEWS

Mall Pertama Mengaplikasikan Foot Pedal, Sleman City Hall

Sleman City Hall menjadi mal pertama di Yogyakarta dan bahkan di Indonesia dalam berinovasi semaksimal mungkin dalam mempersiapkan “The New Normal” iniSalah satunya, pengambilan karcis baik motor maupun mobil sudah tidak perlu lagi dengan memencet tombol. Kini Sleman City Hall sudah mempermudah dengan menggunakan sensor tangan. Bahkan, lift pengunjung pun tidak perlu lagi untuk memencet tombol menggunakan tangan, namun sekarang telah disediakan pedal lift dengan menggunakan kaki. Hal ini tentunya sebagai salah satu inovasi baru yang diberikan oleh Sleman City Hall sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dan kesiapan Sleman City Hall menuju “The New Normal”.

Selain itu, Sleman City Hall juga melakukan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan diseluruh area mall secara detail, terutama didaerah fasilitas umum yang sering dijangkau oleh pengunjung. Pembersihan dilakukan selama minimal 4 jam sekali. “Pastinya pembersihan dilakukan secara detail setiap harinya, terutama didaerah fasilitas umum yang sering dijangkau oleh pengunjung setia Sleman City Hall” ujar Tika Sari selaku Public Relations Sleman City Hall.

Setiap orang yang akan memasuki area mal, baik pengunjung maupun karyawan wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh. Batas suhu tubuh yang ditetapkan oleh Sleman City Hall yaitu 37,3 derajat celcius sesuai Edaran Kementrian Kesehatan. Telah disediakan juga area cuci tangan di pintu masuk yang wajib digunakan oleh setiap orang yang akan memasuki area mal. Selain itu, pengujung dan karyawan wajib menggunakan masker sebelum memasuki dan selama berada di area Sleman City Hall. Apabila terdapat pengunjung atau karyawan yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan memasuki area mal.

Pembatasan jarak juga dilakukan dibeberapa area di dalam mal, seperti antrian di ATM Center, antrian di kasir tiap tenant, antrian di Customer Service, jarak bilik di tiap toilet, area mushola, bench, jarak penggunaan eskalator minimal 2 step, pembatasan penggunaan lift, dan diberlakukannya pemisahan pintu masuk dan pintu keluar.

Public Relations Sleman City Hall, Tika Sari juga mengatakan bahwa adanya protokol disiplin penggunaan alat pelindung diri berupa masker, sarung tangan dan face shield bagi karyawan yang berada di lapangan, seperti Customer Service, Security dan Cleaning Service. Jadwal oprasional baru Sleman City Hall juga sebagai langkah pencegahan menyebarnya COVID-19. “Kami mengedepankan langkah-langkah antisipatif. Diantaranya juga memberikan edukasi bagi para karyawan dan juga mengikuti imbuan pemerintah, salah satunya yaitu dengan perubahan jadwal oprasional mal menjadi 10.00 – 21.00 WIB”.

Sleman City Hall juga terpilih sebagai mal percontohan mewakili Sleman dalam penerapan “the new normal” protokol kesehatan COVID-19 di pusat perbelanjaan modern oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang nantinya akan dimajukan ke Kementrian Dalam Negeri. Sleman City Hall berkomitmen untuk terus melakukan mitigasi sebagai upaya pencegahan terjadinya penyebaran COVID-19 di lingkungan Sleman City Hall dan siap menuju “The New Normal” dengan tidak tergesa-gesa, tentu semua ini demi kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung setia Sleman City Hall.

OHTER POST

SCH Adakan Simulasi Pernikahan, Era "The New Normal"

Sleman City Hall yang beralama

...


Xing Fu Tang hadir di Hartono Mall Yogyakarta

Pastinya sudah tidak asing lag

...