Hari ini : Senin, 30 November 2020

NEWS

"Babad Alas Mertani" WJNC #5 Tahun 2020

Kota Yogyakarta - Sebagai bentuk komitmen kami sebagai penyelenggara WJNC sekaligus terhadap terlaksanaanya  sesuai protkol kesehatan,  penayangan virtual WJNC akan dilakukan melalui live streaming YouTube pada tanggal 21 Oktober pukul 18.30 melalui channel : Pemkot Jogja, Dalang Seno, Ki Seno Nugroho, Labs Channel, dan Musisi Jogja Project. Melalui live streaming masyarakat tetap bisa menikmati gelaran WJNC dari rumah tanpa melanggar protokol kesehatan. Diharapkan penayangan WJNC secara virtual ini tidak mengurangi nilai dan esensi pertunjukan.

Sesuai dengan semangat HUT Kota Jogja kali ini Tan Mingkuh Tumapak ing Jaman Anyar, Live Streaming melalui YouTube diharapkan menjadi salah satu pengaplikasian semangat kami dalam berkarya dan berkreasi. Narasumber Drs. Maryustion Tonang, MM, Kepala Dinas PariwisataKota Yogyakarta

Pada tanggal 19 Oktober 2020, sudah dilakukan pengambilan gambar di 4 lokasi menarik di Kota Jogja. Pengambilan gambar dibarengi dengan penampilan band akustik, mini orkestra dan tari-tarian yang akan ditayangkan bersamaan dengan live streaming YouTube pada tanggal 21 Oktober 2020. . Empat lokasi pengambilan gambar tersebut adalah Pojok Benteng Gondomanan, Plaza Pasar Ngasem, Tugu Pal Putih, dan Pedesterian Suroto. Di Pojok Benteng menampilkan

Mini Orkestra yang membawakan lagu Yogyakarta, Anoman Obong, Kebyar-kebyar. Di Plaza Ngasem menampilkan Tari Edan-edanan, Mentjoba, Guyub Nusontoro, dan Neng Omah Wae. Di Tugu Pal Putih menampilkan Tari Solah Buto dan Wadhana Ananggadipa. Di Pedesterian Suroto menampilkan musik Akuistik yang membawakan lagu Jangan Salah Menilai, Seandainya Aku Punya Sayap, dan Layang Kangen.

Pementasan WJNC kali ini mengambil Lakon Babad Alas Mertani. Lakon ini dipilih karena lakon ini dirasa relevan dengan keadaan yang kita alami saat ini. Lakon ini berkisah tentang Pandawa yang dihadapkan dengan tempat, kondisi, dan keadaan baru, yaitu Alas Mertani. Alas Mertani merupakan hutan lebat tempat para binatang buas dan bangsa jin bersemayan. Alas Mertani yang juga terkenal dengan bahaya dan keangkerannya menjadi tantangan yang berat bagi Pandawa. Perjuangan dan kekompakan Pandawa melawan gangguan musuh yang  tidak bisa mereka lihat dan ketahui bisa menjadi teladan bagi kita. Semangat Tan Mingkuh Pandawa dalam memerangi musuh, tumapaknya pandawa di Alas mertani, serta gandeng gendong mereka dalam menutupi masing-masing kekurangan kami rasa relevan dan representatif dengan apa yang kita hadapi saat ini. Kami berharap semoga Lakon ini bisa menjadi refleksi yang aktual bagi kita. Terutama dalam menghadapi situasi dan kondisi pandemi saat ini.

Dengan penayangan secara virtual serta pemilihan lakon, kami berharap WJNC tahun ini dapat menjadi tontonan bagi Masyarakat Indonesia, Khususnya Masyarakat Kota Jogja. Kami Juga berharap WJNC tahun ini juga bisa menginspirasi insan kreatif untuk tetap berkarya tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan. WJNC kali ini juga tetap menggandeng seniman lokal seperti Ki Seno Nugroho, Tri Suaka, Dimas Tejo, Srundeng Angkringan, Sothil Angkringan, Trinil Angkringan, Michela Thea, Putri Manjo, Avie Koesnadi, dan masih banyak lagi lainnya. https://youtu.be/luGZs0dbylw

OHTER POST

Para Pecinta Kopi Dimanjakan "Sleman Kopi Festival" di Sleman City Hall Pekan ini

Kopi, kini menjadi bagian dari

...


Ngejazz Tak Gentar, Ngayogjazz 2020

Dusun Karang Tanjung disambut

...


Di Tengah Pandemi, Anak SMA Terus Berkeringat Mengejar Mimpi "Sweat for Dream"

POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020,

...