Hari ini : Sabtu, 17 April 2021

NEWS

Harmoni Cina Jawa dalam Akulturasi Budaya

Yogyakarta - Pameran ini berawal dari narasi penciptaan Wayang Cina-Jawa (Wacinwa) oleh Gan Thwan Sing pada tahun 1920-an di Yogyakarta. Berlatar-belakang penceritaan sejarah Tiongkok, Wacinwa di Yogyakarta kerap dimainkan secara masif pada periode tersebut. Di dalam perjalanannya, Wacinwa tidak lagi dimainkan melainkan berubah menjadi koleksi. Berdasarkan penelusuran sejarah, hanya terdapat 2 set koleksi Wacinwa di dunia. Koleksi pertama tersimpan di Art Gallery, Universitas Yale Amerika, sementara koleksi kedua tersimpan di Museum Sonobudoyo. Kedua koleksi tersebut memiliki penceritaan yang berbeda pula, yaitu Ceng Tsi dan Ceng Tang.

“Di samping memberi pengalaman tentang keharmonisan budaya, pameran ini juga membuka wacana tentang rasa toleransi yang tinggi. Keterbukaan sosial-budaya di Yogyakarta sejak dulu mengajarkan masyarakat yang hidup saat ini tentang rasa inklusif antar golongan, yang tentunya dapat dilihat dari seni pertunjukan” Setyawan Sahli, Kepala Museum Sonobudoyo

Di samping koleksi Wacinwa, terdapat koleksi lain yang berkaitan dengan akulturasi budaya Cina-Jawa dalam seni pertunjukan, di antaranya koleksi busana Srimpi Muncar dan Beksan Menak Putri Adaninggar-Kelaswara yang dipinjam dari Keraton Yogyakarta. Adapula, koleksi Wayang Potehi dari Sanggar Fu He An Gudo di Jombang, koleksi Samsi (barongsai) dari Perkumpulan Budi Abadi, serta beberapa koleksi lainnya dari RRI, Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC).

Pameran ini digelar sejak 26 Februari 2021 hingga 27 Maret 2021, bertempat di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo Jl. Trikora/Pangurakan No.4 Yogyakarta (eks gedung Koni). Masyarakat dapat mengunjungi pameran secara langsung dari pukul 09.00-19.00 WIB. Di samping itu, terdapat pula berbagai agenda pameran yang akan disiarkan secara daring melalui akun media sosial Museum Sonobudoyo.

Selama penyelenggaraan pameran, Museum Sonobudoyo senantiasa melaksanakan protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun), guna mencegah angka penularan Covid-19 di Yogyakarta.

OHTER POST

ARTJOG MMXXI: Arts in Common - Time (to) Wonder Akhirnya Digelar

Kondisi di Indonesia akibat pa

...


Buka Puasa 200 Item Menu Sepuasnya Hanya 98 Ribu di Harper Malioboro Yogyakarta.

Menyambut bulan suci ramadan 2

...


Archipelago Bergabung Dengan The Code Untuk Melindungi Anak-Anak

Jakarta - Archipelago Internat

...


Informa Electronics Lengkapi Pilihan Belanja di Jogja City Mall

Salah satu pusat perbelanjaan

...