Hari ini : Kamis, 15 November 2018

NEWS

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018, Ajak Masyarakat Yogyakarta Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi

Yogyakarta, 17 Oktober 2018- Pepsodent, brand perawatan kesehatanh gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk, bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menggelar program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Yogyakarta tanggal 17 hingga 19 Oktober 2018. Sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini yaitu, “Lindungi Kesehatan Gigi dan Risiko Gula Tersembunyi”, BKGN 2018 memberikan edukasi mengenai pentingnya mewaspadai gula tersembunyi yang ternyata banyak kita konsumsi setiap hari, terutama karena risiko yang ditimbulkannya terhadap masalah karies atau gigi berlubang.

Edukasi ini dipercaya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Yogyakarta, karena selain ragam panganan khas Yogyakarta yang memang dikenal dengan cita rasanya yang manis, ternyata banyak pula kunier local yang meskipun tidak bercitarasa manis tetapi memiliki kandungan gula tersembunyi. Misalnya beberapa menu makanan khas Yogyakarta seperti Mangut, Tengkleng, Sate Klatak, hingga Sambel Krecek.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MSDSc, selaku Division Head for Health & Weilbeing and professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia berkomentar, “Tahun ini merupakan tahun ke-9 pelaksanaan BKGN di kota Yogyakarta. Di setiap pelaksanaannya kami selalu mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat setempat, artinya masyarakat Yogyakarta memang memiliki kepedulian terhadap keseharan gigi dan mulut mereka. Tahun ini kami memiliki target untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi ke 1.000 orang masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.”

Sejak pertama kali diadakan tahun 2010, melalui pelaksanaan BKGN Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI memiliki komitmen berkelanjutan untuk mengedukasi, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari, memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Terkait dengan konsumsi gula, World Health Organization (WHO) menganjurkan bahwa asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman tidak melebihi 52 gram per hari untuk dewasa dan 30 gram perhari untuk anak. Sayangnya data Survey Konsumsi Makanan Individu (SKM) Indonesia tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 29,7% masyarakat Indonesia mengkonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi tersebut. Konumsi gula berlebih ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan kehadiran gula tersembunyi.

drg. Mirah menerangkan lebih lanjut,” Selama ini kita tidak menyadari bahwa konsumsi gula sehari-hari ternyata layaknya sebuah ‘gunung es’. Makanan dan minman yang bercitarasa manis sebenarnya hanya sebagian kecil dari gula yang kita konsumsi, di luar itu, faktanya begitu banyak jenis makanan dan minuman tidak manis namun mengandung gula tersembunyi yang menimbulkan berbagai risiko kesehatan, termasuk gigi berlubang.”

Khusus mengenai hubungan antara gula tersembunyi dan gigi berlubang, Dr.drg. Ahmad Syarify, Sp. Perio (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ( FKG) Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai 4 mata rantai yang saling berinteraksi yaitu host- yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan, dan waktu.

“Bicara mengenai subtract, gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dlaam mulut sehingga kondisi pH mulut oromatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi. Selain substrat, factor waktu juga penting diperhatikan karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengkonsumsi gula,termasuk gula tersembunyi. Namun, proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung floride , serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulanm sekali.” Pesan drg. Ahmad.

Topik penting inilah yang diangkat melalui BKGN 2018, yang secara keseluruhan memiliki target untuk mengedukasi dan melayani lebih dari 65.000 masyarakat Indonesia melalui rangkaian aktivitas yang digelar di 23 Fakultas Kedokteran Gigi fan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang.

Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI mengajak masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan fasilitas serta layanan yang dipersembahkan di BKGN 2018 sehingga tujuan utama dari penyelenggaraan program ini, yaitu menciptakan Senyum Sehat Keluarga Indonesia, akan tercapai – sebagai dukungan bagi pemerintah menuju Indonesia bebas karies tahun 2030. Jadwal pelaksanaan di setiap kota dan info lebih lengkap bias didapatkan melalui Suara Konsumen Unilever: 0-800-1-558000 atau 021 5299 5299, website www.tanyapepsodent.com dan Facebook: Tanya Pepsodent.

OHTER POST

JOGJA FASHION FESTIVAL 2019 ANGKAT SONGKET SEBAGAI HIGHLIGHT EVENT

Plaza Ambarrukmo akan menggela

...


ACE & INFORMA AMPLAZ gelar Aksi Lingkungan di Malioboro

Dalam rangka ulang tahun kelim

...


ACT DIY dan UII Kembali kirimkan Bantuan Truk Kemanusiaan Untuk Sulawesi Tengah

Kepedulian warga Jogja dalam m

...