Hari ini : Rabu, 19 Juni 2019

NEWS

ACT DIY: SITUATION REPORT #4 TSUNAMI SELAT SUNDA, BANTEN

Senin, 24 Desember 2018. Aksi ACT DIY, saat ini Tim Emergency Response ACT tengah terjun langsung ke sejumlah titik terdampak di Pandeglang, Lampung Selatan, dan Serang. “Tim kami saat ini sedang menyisir wilayah Tanjung Lesung di Pandeglang, lokasi terparah yang terkena hantaman air laut,” ujar Kusmayadi selaku Koordinator Tim Emergency Response ACT, Ahad (23/12).

Tim Emergency Response ACT akan terus menyisir wilayah-wilayah terdampak tsunami di sekitar Selat Sunda, sekaligus melakukan evakuasi. "InsyaAllah kami juga akan mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan pokok seperti selimut, alas tidur, serta pendirian dapur umum," pungkas Kusmayadi, Aktivitas ACT :

1. Program Disaster Emergency Response

2. Rescue (Evakuasi warga terdampak tsunami dan aksi gotong royong membersihkan pemukiman warga dan fasilitas umum)

3. Relief (Dapur Umum, distribusi bantuan pangan, Perlengkapan Kebersihan, Paket Personal Hygene, Air mineral, Air bersih, Pakaian, IFE (Infant Feeding in Emergencies), Selimut, Perlengkapan rumah tangga)

4. Medis – Pelayanan Kesehatan

5. Layanan Psiko Sosial: pembukaan posko, pendataan daerah dan masyarakat terdampak, pendataan kerusakaan, kordinasi dengan stakeholder penanggulangan bencana setempat, pelibatan relawan nasional dan lokal

1. Tim ACT dan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) Banten telah turun ke lokasi terdampak Mengevakuasi korban tsunami.
2. Tim Disaster Emergency Response (DER) ACT terus menyisir wilayah-wilayah terdampak tsunami di sekitar Selat Sunda, sekaligus melakukan evakuasi.

Penyebab Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menjelaskan penyebab  gelombang tsunami yang terjadi di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung bagian selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018. Menurut BMKG, penyebabnya diduga karena  fenomena alam ganda antara gelombang pasang karena bulan purnama dan erupsi  Gunung Anak Krakatau pada hari yang sama ada gelombang tinggi, ada bulan purnama namun juga terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau yang diduga  mengakibatkan tsunami.

Badan Geologi Kementerian ESDM juga mencatat terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau pada pukul 21.03 WIB. "Tsunami terdeteksi cukup jauh sampai Bandar Lampung, Cilegon, dan Serang di Banten. Artinya energi cukup tinggi," ujar Dwikorita sembari menambahkah bahwa perkiraan sementara tsunami akibat terjadinya longsoran material di dalam laut. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan persnya menjelaskan, dari laporan tim yang berada di lapangan hujan lebat dan angin kencang sempat terjadi diwilayah perairan Anyer pada pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. Berdasarkan rekaman seismik dan laporan masyarakat, peristiwa ini tidak disebabkan oleh aktivitas gempabumi tektonik," kata dia. Namun, sensor Cigeulis (CGJI) mencatat  adanya aktivitas sesmic dengan durasi 24 detik dengan frekuensi 8-16 Hz pada pukul  21.03.24 WIB. BMKG mendeteksi dan memberikan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku tanggal 22 Desember pukul 07.00 hingga tanggal 25 Desember Pkl 07.00 WIB (peringatan terlampir) di wilayah perairan Selat Sunda

Analisis Bmkg dan Ancaman Tsunami Susulan

1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan masih akan ada tsunami susulan terjadi di perairan Selat Sunda. Sebab, BMKG tidak bisa memprediksi sampai kapan aktivitas Gunung Anak Krakatau berhenti.

2. “Masih akan ada tsunami susulan. Tremor, guncang lereng Gunung Anak Krakatau, kalau itu rontok akan terjadi (tsunami lagi),” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati Dengan kondisi ketidakpastian tersebut, dia mengimbau masyarakat jangan kembali ke pantai dahulu. Sebab, berdasarkan papan pengukuran (tide gauge), saat ini tremor masih berjalan

3. Dwi mengatakan, peristiwa tsunami akibat seismik Gunung Krakatau pernah terjadi saat mengalami erupsi pada 1883. Namun, berbeda dengan bencana saat itu, aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau ini tidak langsung mengakibatkan terjadi tsunami.

4. Pola itu justru mengkhawatirkan, sebab tide gauge menunjukkan periode pendek-pendek mirip gempa Palu, Sulawesi Tengah. Dia memperkirakan tsunami di perairan Selat Sunda disebabkan karena longsoran guncangan di Gunung Anak Krakatau.

5. "Yang kami cari, apakah ada tebing lereng yang longsor. Kalau ada, artinya selama ada tremor, longsor masih bisa terjadi. Sebelumnya, Dwikorita memastikan gelombang tinggi di Anyer adalah tsunami. Tipe pola gelombang tsunami sama seperti bencana di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

6. "Setelah analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Ahad (23/12) dini hari WIB.

7. Dwi mengatakan, tsunami yang terjadi bukan seperti tsunami biasa yang dipantau BMKG. Tsunami tersebut bukan disebakan aktivitas tektonik akibat tabrakan lempeng gunung, melainkan, tsunami disebabkan aktivitas erupsi gunung api atau aktivitas vulkanis Erupsi tersebut kemungkinan bisa langsung atau tak langsung terjadinya tsunami. Kami perlu lihat lagi kalau sudah terang," ujar Dwi.

OHTER POST

Berbagi Berkah Bersama Tokoh F&B Ternama Jogja

FBA Jogja atau Food and Bevera

...


Sleman mengapa -dari MATA turun ke HATI

Sleman yang sering dianggap Jo

...


LOCAL, Perayaan Ulang Tahun ke-5 Jogja City Mall

Jogja City Mall sebagai salah

...


#Berbukadiyats, Memanjakan Tamu dengan Variasi Menu

Buka bersama menjadi salah sat

...