Hari ini : Selasa, 27 September 2022

NEWS

Jogja International Creative Arts Festival (Jicaf #2) "Visual Art & Creative Industries Collaboration"

Yogyakarta - Pameran kolaborasi ini menampilkan karya-karya yang unik, kreatif, dan inspiratif. Di masa kini, talenta-talenta kreatif didominasi oleh anak-anak muda yang berkreasi melahirkan karya sesuai jiwa zaman. Di satu sisi, industri kreatif terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi nasional dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Di era pasca pandemic Covid 19 yang telah kita lalui bersamaan pula dengan era revolusi industri 4.0 menuntut kita untuk akrab dengan dunia teknologi. Venue Main Atrium, Pakuwon Mall Jogja pada Tanggal 22 September - 2 Oktober 2022

Harus diakui dalam kegiatan kreatif pada masa pandemic Covid 19 mendidik dengan keras pada kita semua untuk melek teknologi, melakukan sinergitas dan kolaboritas dalam jangkauan yang lebih luas. Adaptasi insan kreatif  dari dunia pendidikan seni rupa, seniman atau para kreator di dunia industri sangat dibutuhkan dalam menyikapi secara arif dan bijaksana terhadap perubahan yang sangat cepat. Kemampuan untuk bangkit dari pengalaman yang negatif menjadi bukti pencerminan individu untuk tetap berkarya seni dalam keadaan apapun. Industri kreatif memiliki relevansi terhadap keberadaan resiliensi insan kreatif seni rupa berdaya guna memberikan sumbangan inovasi pada penciptaan produk-produk seni.

Pameran ini menjadi suatu bukti, bagaimana karya seni rupa dipadupadankan dengan selera industri atau sebaliknya produk-produk karya industri diberikan muatan unsur seni di era yang kita kenal dengan sebutan revolusi industri 4.0. Dalam kenyataan ini, konsep pembuatan suatu produk kreatif atau karya seni rupa akan mampu mempengaruhi pola pikir manusia dengan temuan-temuan baru dari dampak teknologi masa kini. Insan kreatif dari dunia pendidikan seni rupa, seniman atau kreator dunia industri mencoba menyikapi kemajuan akses kemudahan informasi teknologi yang dapat dianggap tidak kaku dan cair dalam dalam bentuk karya seni rupa. Gerakan revolusi industri berdampak besar pada perkembangan seni rupa, desain, dan arsitektur. Faktor utama gerakan revolusi industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan dan penelitian (riset).

Pameran internasional “Visual Art & Creative Industries Collaboration” patut kita apresiaisi sebagai wahana pembelajaran bersama mewujudkan resiliensi seni rupa di era revolusi industri kreatif 4.0. Keterlibatan insan kreatif dari dunia pendidikan seni rupa, seniman, dan pelaku industri yang memiliki reputasi internasional akan memberikan warna lain sebagai wujud symbiosis mutualisme. Bagi dunia pendidikan, sinergi dan kolaborasi ini akan sangat bermanfaat sebagai wadah aplikasi keilmuan yang dapat dirasakan secara langsung bagi masyarakat, khususnya dunia industri. Begitu pula sebaliknya kemajuan dalam dunia industri dan kreatifitas seniman akan memberikan dampak pada penguatan kurikulum dan out put pendidikan seni agar selaras dan sesuai jiwa zamannya. Realitas yang dituju adalah agar para alumni dari bidang ilmu seni rupa ISI Yogyakarta dapat menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja terutama pada ranah industri kreatif, baik ditingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Pameran JICAF #2 diharapkan mampu menjadi model pameran bersama dalam medan kreativitas yang mengkolaborasikan dunia pendidikan, komunitas seni, seniman-kriyawan, budayawan, pelaku kreatif, industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat umum. Lingkup kegiatan JICAF #2 adalah untuk merumuskan konsep, tema, dan strategi kegiatan kolaborasi kreatif. Tidak lupa juga turut menggali potensi para insan kreatif dan industri kreatif yang memiliki talenta dalam mencipta produk berkelas dunia bersumber dari pengetahuan seni tradisi-budaya Indonesia. Dalam agenda ini ISI Yogyakarta mengundang para peserta dari Bundipatnasilpa Institute dan Silpakorn University Thailand; Seoul Institute of the Arts, Korea  National University of Arts, Seocho-dong Campust, dan Daehak-ro Campus; Eszterházy Károly University; Tokyo University of the Arts; Mapua University, Cebu Institute of Technology, dan University of Mindanao; UITM dan Malaysian Institute of Art; Vietnam University of Fine Arts.

Materi pameran yang dikuratori oleh Dr. Mikke Susanto, M.A. & Agus Sriyono, S.Sn. diantaranya seni murni (lukisan, patung, dan grafis); seni terap (kriya dan desain); dan industri mebel dan kerajinan. Sejumlah perupa undangan yang turut medukung pameran ini, antara lain: Ichwan Noor, Ima+Nasirun, Lutse Lambert, Noor Asif, Timbul Raharjo, Eddi Prabandono, Hedi Hariyanto, Noor Jayadi, Ivan Bestari, Lulut Kustomfest, Satya Bramantya, Andre Suryaman, dan lain-lain. Selama Pameran berlangsung juga dilaksanakan Fashion Show, Bazar Karya Cemangking, OTS (On The Spot), dan Lelang Karya. Jadi masyarakat dapat langsung berinterkasi dengan para insan kreatif dari seniman dan pelaku industri, bahkan dapat memiliki karya yang dipamerkan dengan ikut mengapresiaisi karya-karya yang dipamerkan. Rencana Pameran JICAF #2 akan dibuka oleh Sri Sultan HB X pada hari Kamis 22 September 2022 pada pukul 16.00 WIB. Datang dan ikutlah menjadi bagian penting dari kegiatan Pameran Kolaborasi JICAF #2 di Main Atrium, Pakuwon Mall Jogja.

Penyelenggara: Fakultas Seni Rupa - ISI Yogyakarta & Pakuwon Mall Jogja,

didukung oleh para mitra universitas luar negeri, seniman, pelaku industri kreatif, dan asosiasi industri.

 

OHTER POST

Pasar Rakyat Jogja Gumregah 2022 "Nostalgia Sekaten"

Pasar Rakyat Jogja Gumregah 20

...


Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022 Resmi Dibuka Sri Sultan HB X

Festival Kebudayaan Yogyakarta

...


Good Luck Coffee And Space, Siapkan Tempat Nyaman Untuk Work From Cafe

Semenjak pandemi, banyak orang

...