Hari ini : Kamis, 02 April 2026

NEWS

Pembukaan Pameran Abhinaya Karya 2022 VIDYA-MULYA : JEJAK PENGETAHUAN NUSANTARA

Yogyakarta – Vidya-Mulya: Jejak Pengetahuan Nusantara. vidya/ : ilmu pengetahuan; /mulya/ : keluhuran, kemuliaan, dan keagungan. Vidyamulya/ : ilmu pengetahuan di ruang yang luhur.

Tradisi lisan adalah berbagai pengetahuan dan adat kebiasaan yang secara turun-temurun disampaikan secara lisan, mencakup cerita rakyat, mitor, legenda, kelisanan inilah yang hingga system kognitif masyarakat, sejarah, hukum dan hukum adat. Periode mengawali keberadaan tradisi tulis hingga melahirkan pelbagai aksara dan periode keberaksaraan di Nusantara. Tradisi lisan dipandang sebagai sebuah sumber kesaksian langsung terhadap zaman dan informasi dari dalam. Ia bukan saja sumber tentang masa lalu, tetapi juga historiologi dari masa lalu.

Menyoal aksara di Nusantara, J.G. de Casparis (1975) menerbitkan hasil telaahnya berjudul Indonesian Palaeography: A History of Writing in Indonesia from the Beginning to c. A.D. 1500. Di dalam buku tersebut, Casparis membagi perkembangan paleografi menjadi 5 bagian, di antaranya: 1) Aksara-aksara di Indonesia sebelum pertengahan abad ke-8, 2) Aksara kawi Awal (c. 750-925), 3) Aksara Kawi Akhir (c. 925-1250), 4) Aksara-aksara Jawa dan daerah pada periode Majapahit (c. 1250-1450), dan 5) Aksara-aksara di Indonesia dari pertengahan abad ke-15. Caparis pun menduga bahwa genealogi aksara dan pelbagai tulisan yang tersebar di Asia Tenggara berasal dari India Selatan. Meski demikian, India Utara juga memiliki andil dalam memberi pengaruh dalam persebaran aksara di Asia Tenggara.

Di Indonesia, Sumatra lah yang menghasilkan teks-teks tertua berbahasa Melayu dengan penanggalan yang jelas dan tepat pada jaman Sriwijaya (670-1025). Adapun teksnya berupa tiga buah prasasti agama Budda antara tahun 682 sampai 686 M. Jawa menyusul degan ditemukannya sebuah prasasti bertanggal 6 oktober 732 M yang dikeluarkan oleh Sajaya. Terakhir adalah Semenanjung Melayu dengan prasasti Ligor bertanggal 15 April 775 M. Selama kurun waktu tersebut, prasasti-prasasti dari semua daerah memakai jenis tulisan Pallawa. Karenanya, dapat dikatakan bahwa dari abad ke-2 M sampai ke-8 M, terdapat keseragaman dalam penulisan di seluruh Asia Tenggara.

“Pada sisi keberagaman aksara, setidaknya naskah-naskah di Sonobudoyo saat ini menyimpan jenis Aksara Jawa dalam berbagai langgam, Aksara Pegon, Aksara Bali, dan Aksara Arab. Genre dari naskahnya pun bervariasi, antara lain: sejarah, sastra, piwulang, primbon, wayang, sastra wayang, adat-istiadat, seni pertunjukan, dan lain-lain.” Tangkas Behrend

Java Instituut sebagai lembaga sendiri memiliki misi untuk mendokumentasikan pengetahuan. Riset-riset kebudayaan, baik Kebudayaan Sunda, Jawa, Madura, Bali, dan Lombok dilakukan secara massif. Dewan Pengurus Java Instituut yang pertama terdiri dari R. Dr. Hoesein Djajadiningrat sebagai ketua dan S. Koperberg sebagai sekretaris sekaligus bendahara. P.J. Gerke ditunjuk sebagai wakil kuasa Java Instituut di Belanda. Dewan pengurus beranggotakan F.D.K. Bosch, Dr. B.J.O Schriekee, P.A.J. Moojen, J.W. Treillers, Mr. B. TerHar, K.P.A. Hadiwidjojo VII (wakil dari Narpowandono), Ir. Th. Karsten, Ir. H.J. Kiewiet de Jonge, Pastoor F. van Lith, K.P.A. Soeriodiningrat, Koesoemo Oetojo (Bupati Jepara), R.A.A Tjokroaminoto (Serekat Islam).

Pada tahun 1970an Java Instituut benar-benar menjadi embrio kuat dari terbentuknya Perpustakaan Museum Sonobudoyo saat ini. Mewarisi hasil riset terdahulu, Perpustakaan Sonobudoyo yang terkategori sebagai perpustakaan khusus menjadi rujukan dari riset-riset sejarah dan kebudayaan menjadi awal identitas dari perpustakaan khusus menjadi rujukan dari riset-riset sejarah dan kebudayaan menjadi awal identitas dari perpustakaan saat ini. Berdasarkan isu berkembang saat ini, pada era keterbukaan data museum dan perpustakaan menjadi kategori dalam kelompok Gallery, Archive, Museum, and Libraru (GLAM). Praktik tentang pengelolaan museum dan perpustakaan tidak dapat dipisahkan. Dunia saat ini mengusung isu tersebut sebagai bagian dalam upaya membuka jaringan kerjasama. Penerapan konsep GLAM potretnya dapat dijumpai di beberapa lembaga seperti; IFLA (International Faderation of Library Associations and Institutions), dan juga ELAG (European Library Automation Group).

Museum sebagai bagian dari penyangga kebudayaan dan ilmu pengetahuan, selanjutnya berperan dalam menjalankan riset dan dikemas melalui Iuran yang lebih inklusif. Konteks pameran kemudian menjawab tantangan inklusif tersebut. Mengusung paying ilmu pengetahuan, tawaran narasi tentang vidya-mulya menjadi seni komunikasi akademis yang pengetahuan nusantara yang berjuang pada pemaknaan kemuliaan.

Rangkaian Kegiatan

1. Pembukaan Pameran

Tema : Abhinaya Karya 2022 “Vidya-Mulya; Jejak Pengetahuan Nusantara”

Pelaksanaan Acara : 28 September 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

2. Pameran

Judul Pameran : Pameran Abhinaya Karya 2022 “Vidya-Mulya; Jejak Pengetahuan Nusantara”

Pelaksanaan Acara : Pameran Temporer Abhinaya Karya 2022

Waktu Kunjungan : 09:00 WIB – 21:00 WIB

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

3. Curatorial Tour

Waktu Pelaksanaan : 29 September 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

4. Curatorial Series 1 (Seri Epigrafi)

Waktu Pelaksanaan : 4 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

5. Curatorial Series 2 (Seri Produksi Pameran)

Waktu Pelaksanaan : 11 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

6. Bedah Buku (Jejak Maritim Mataram)

Waktu Pelaksanaan : 12 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

7. Webinar Perpustakaan

Waktu Pelaksanaan : 13 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

8. Movie Screening

Waktu Pelaksanaan : 14 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

9. Curatorial Series 3 (Seri Java Institut)

Waktu Pelaksanaan : 18 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

10. Parade Dongeng Anak

Waktu Pelaksanaan : 22 Oktober 2022

Lokasi : Gedung Pameran Temporer Museum Negeri Sonobudoyo

OHTER POST