Kamis, 20 November 2025 di Amphitheater Taman Budaya Yogyakarta (15.30 - 21.30 WIB)
Setiap penyelenggaraan dua tahunan Biennale Jogja, Yayasan Biennale Yogyakarta selalu memberi perhatian pada para pelaku seni yang telah lama menekuni kerja-kerja kesenian. Dari komitmen itu, tradisi Lifetime Achievement Award (LAA) terus dilanjutkan sebagai bentuk penghargaan bagi tokoh yang memiliki loyalitas, dedikasi, dan kontribusi penting bagi dunia seni rupa Yogyakarta dan Indonesia.
Pada Biennale Jogja 18 KAWRUH: Tanah Lelaku, penghargaan ini akan diberikan kepada Heri Dono, dan akan diserahkan pada penutupan Biennale Jogja 18 pada Kamis, 20 November 2025 di Amphitheater, Taman Budaya Yogyakarta.

Heri Dono (Jakarta, 12 Juni 1960) adalah seniman kontemporer terdepan dari Yogyakarta yang sejak 1980-an menembus kancah global melalui eksplorasinya atas wayang, instalasi interaktif, serta bahasa visual yang memadukan tradisi, humor, dan kritik sosial. Ia merupakan perupa Indonesia yang pernah diundang ke pameran kuratorial Venice Biennale (2003) dan telah mengikuti lebih dari 300 pameran serta 41 biennale internasional, menerima penghargaan bergengsi seperti Prince Claus Award, UNESCO Prize, dan Anugerah Adhikarya Rupa.
Dewan Pembina dan Pengawas Yayasan Biennale Yogyakarta memberikan penghargaan kepada Heri Dono untuk mengapresiasi pencapaian dan kontribusinya pada ekosistem seni di Yogyakarta dan di Indonesia lebih luasnya. Kiprah Heri Dono dalam kancah internasiona0l telah memberikan inspirasi bagi generasi seniman muda Indonesia untuk terus bereksperimentasi dengan imajinasi dan keterampilan medium yang luas, serta pada saat bersamaan menggali nilai dan narasi lokal yang sesuai dengan konteks sosial politik pada periode ketika karya itu diciptakan. Heri Dono telah menjadi bagian dari garda depan seni kontemporer di Indonesia. Belakangan, melalui Studio Kalahan, Heri Dono juga memperluas kontribusinya untuk menyediakan ruang pertemuan bagi para seniman dan publik sehingga ada percakapan lebih jauh tentang beragam fenomena sosial hari ini.

“Habis Ingatan Terbitlah Penulisan Ulang” merupakaan tema malam penutupan yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian perhelatan Biennale Jogja 18 yang berlangsung sejak 5 Oktober hingga 20 November 2025. Selain seremoni apresiasi, acara penutup ini turut diramaikan oleh seniman partisipan Biennale Jogja 18, dialog budaya, pidato budaya, dan pertunjukan musik yang merayakan keberagaman kolaborasi sepanjang Biennale Jogja 18 KAWRUH: Tanah Lelaku berlangsung. Malam penutupan Biennale Jogja 18 KAWRUH: Tanah Lelaku juga akan mengakhiri pameran seni Biennale Jogja 18 yang tersebar di 3 kawasan dengan 11 titik lokasi: Kota Yogyakarta (Kantor Pos Besar, Museum Benteng Vredeburg), Desa Bangunjiwo (Monumen Bibis, Plataran Djokopekik, Toko
Purnama Kasihan), serta Desa Panggungharjo (The Ratan, Gubuk Putih, Kawasan Budaya Karangkitri, Pendhapa Art Space, Kampoeng Mataraman, dan Joglo Pak Newu). Mendampingi pameran seni, sepanjang penyelenggaraan, tercatat lebih dari 126 terlaksana. Biennale Jogja 18 KAWRUH: Tanah Lelaku menghadirkan rangkaian program publik yang dirancang untuk membuka proses, memperluas percakapan, dan mempertemukan berbagai pengetahuan. Program tersebut meliputi Residensi Seniman, Jagad Cilik, Wicara Publik, Tur Anjangsana, Baku Pandang, Partykelir, Bentang Silir, Pilin Takarir, Lokakarya, serta Biennale Jogja 18 x MTN Lab: Yogyakarta yang menghubungkan seni dengan media baru dan pembacaan atas lanskap desa–kota. Seluruh rangkaian ini menegaskan Biennale Jogja 18 sebagai ruang pertemuan yang hidup, di mana seni, pengetahuan, dan pengalaman sehari-hari bertemu dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Selama 46 hari berlangsung, Biennale Jogja 18 KAWRUH: Tanah Lelaku berhasil menjangkau audiens sebanyak 15.000 pengunjung di 11 venue, 212.000 akun melalui media sosial, 1.800 kunjungan website, dan lebih dari 75 di media cetak maupun digital. Kehadiran informasi dan aktivitas sepanjang perhelatani menjadi rujukan pengetahuan dan pengalaman seni bagi publik, baik yang hadir langsung maupun yang mengakses dari berbagai wilayah.