Yogyakarta, - JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank resmi dibuka hari ini di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Gelaran tahun ini menjadi pertemuan industri film dan ekonomi kreatif yang paling ambisius di Indonesia. Lebih dari 114 exhibitor, 1500 akreditasi, serta tamu internasional, pelaku produksi, distributor, lembaga film nasional, studio kreatif, dan mitra lintas sektor dari berbagai negara Asia Pasifik hadir untuk mengikuti rangkaian pitching, pertemuan bisnis, pengembangan talenta, serta forum industri selama tiga hari ke depan. Sejalan dengan perayaan 20 tahun Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF20), edisi tahun ini memperluas jangkauan industri melalui enam program utama: JAFF Future Project, JAFF Content Market, Talent Day, Film and Market Conference, Market Screening, dan Indonesia–France Film Lab x MTN Lab.
JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank menghadirkan beragam unggulan:
- proyek film Asia Pasifik di JAFF Future Project, termasuk 2 proyek dari Australia
- melalui kemitraan dengan Adelaide Film Festival (AFF); IP Indonesia terpilih dari gim, komik, konten digital, animasi, dan literatur di JAFF
- Content Market; talenta baru dalam program Talent Day;
- sesi konferensi menghadirkan 59 pembicara dari sektor film, kebijakan,keuangan, dan industri kreatif;
- film ditayangkan di Market Screening; proyek film dengan 33 peserta dalam Indonesia–France Film Lab x MTN Lab
Dukungan kelembagaan bagi JAFF Market 2025 semakin kuat. Tahun ini, penyelenggaraan didukung sektor privat melalui Amar Bank, serta Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf). Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, pemerintah daerah Jakarta dan Yogyakarta, serta berbagai mitra internasional yang terus memperkuat upaya JAFF Market dalam mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia. Kehadiran kolektif ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat pertumbuhan industri, kesiapan investasi, dan
perluasan pasar regional.

Dalam sambutan pembukaannya, Linda Gozali, Market Director JAFF Market menyampaikan pesan selamat datang kepada seluruh peserta. “Kami senang menyambut para pelaku industri di JAFF Market 2025. Industri film Indonesia tengah memasuki momentum penting, dengan film lokal meraih lebih dari 60 persen perolehan box office dan aktivitas produksi yang terus meningkat. Untuk menjaga laju ini, ekosistem perlu memperkuat regulasi, insentif, investasi, dan infrastruktur jangka panjang. JAFF Market menjadi ruang untuk membuka akses global bagi para pembuat cerita Indonesia. Partisipasi internasional yang kuat tahun ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara semakin dipandang bukan sekadar pasar, tetapi pusat kreativitas dan tujuan investasi.” Turut hadir dalam pembukaan JAFF Market, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Ahmad Mahendra, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir dalam pembukaan JAFF Market 2025. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem perfilman. Sejak tahun pertama, JAFF Market dinilai berhasil menjadi ruang pertemuan bagi para profesional untuk membangun jejaring dan memperkuat rantai industri film. Pemerintah tidak hanya mendukung ekosistem, tetapi ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. JAFF Market diharapkan terus memajukan perfilman nasional sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan negara.

Partisipasi dan kolaborasi dari mitra domestik maupun internasional terus meningkat, menandakan kepercayaan yang tumbuh terhadap ekonomi layar Indonesia yang dinamis. Keterlibatan korporasi dan sektor privat semakin meluas, sementara kemitraan global tetap menjadi pilar utama. Kolaborasi terjalin dengan APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia), Adelaide Film Festival (AFF), Asian Film Alliance Network (AFAN), Motion Picture Association (MPA), serta berbagai institusi dunia lainnya. Kerja sama ini memperkuat jalur koproduksi, pertukaran pengetahuan, serta inisiatif industri yang semakin menempatkan
Yogyakarta sebagai simpul baru pertukaran film internasional.
Dari dalam negeri, JAFF Market menghadirkan sederet perusahaan besar seperti Visinema, Imajinari, MAGMA Entertainment, Forka Films, Mandela Pictures, VMS, Starvision, Rapi Films, Base Entertainment, BSM, MVP, Cinepoint, Sinemaku, Soda Machine Films, Paragon Pictures, Maxstream Studios, Studio Antelope, Wahana Creator, TUTA Films, Kawan-Kawan Media, dan Miles Films. Dari luar negeri, hadir lembaga dan perusahaan seperti KOFIC,
KCFIN, FINAS, CFAM, MPA, Toei, Mockingbird, Skyline Studio, Nikkatsu, Golden Scene, Bitters End, Rediance, AFF, Kongchak Studios, White Light, CNC, Unijapan/TIFFCOM, HAF, Beta Group, Impact Films, Udine Far East Film Festival, Barunson E&A, VIPO, Cannes Semaine de la Critique, Finecut, Sony Pictures, Mokster, Hubert Bals Fund, Variety, Screen Daily, Content Asia TV, Netherlands Film Fonds, Berlinale, Bangkok International Film Festival, Red Sea Souk, Giraffe and E&W Films, Loaded Films, Screenworks Asia, dan masih banyak lagi.Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan proyek dan kreativitas, JAFF Market 2025 juga menghadirkan sejumlah penghargaan industri dari mitra regional:
The United Team of Art (TUTA Films) Awards: Mendukung 1 proyek dengan
bantuan dana Rp100.000.000 (sekitar USD 6.000).
Visinema Awards: Diberikan kepada 2 proyek, masing-masing senilai Rp50.000.000
(sekitar USD 3.000).
Brandlink Awards: Menyediakan fasilitas peralatan produksi untuk 2 proyek dengan
nilai Rp500.000.000 (sekitar USD 30.000).
Kongchak Award: Dukungan pascaproduksi untuk 1 proyek berupa fasilitas desain
suara bernilai USD 10.000.
White Light Award: Fasilitas color grading dan mastering untuk 1 proyek bernilai
USD 15.000.
Prodigihouse Ecosystem Award: Fasilitas editing dan color grading untuk 1 proyek
bernilai USD 15.000.
Motion Picture Association (MPA) Award: Penghargaan khusus berupa perjalanan
pulang-pergi yang disponsori MPA ke Asia Pacific Screen Forum and Awards 2026 di
Gold Coast, Australia, untuk 1 proyek dan 2 peserta.
International Facilitation – Rotterdam Lab: Dukungan untuk 1 produser
terpilih dari JAFF Future Project untuk mengikuti program Rotterdam Film Lab pada
Januari 2026.
International Facilitation – HAF: Dukungan untuk 1 proyek, terdiri dari 2
anggota tim, untuk berpartisipasi dalam Hongkong Asia Film Financing Forum (HAF)
di Hong Kong FILMART pada Maret 2026.

JAFF Market berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan organisasi dalam penyelenggaraan sesi makan siang resmi serta kegiatan jejaring sepanjang program, guna menghadirkan ruang dialog regional dan pertukaran lintas sektor yang lebih bermakna. Industry Lunches akan dipersembahkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF), Korean Film Council (KOFIC), serta Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bersama Institut français d’Indonésie (IFI) melalui kerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI). Untuk JAFF Future Project (JFP) Lunches, rangkaian ini akan menghadirkan The National Film Development Corporation Malaysia (FINAS), Adelaide Film Festival (AFF), dan Tokyo International Film Festival Content Market (TIFFCOM).
Sementara itu, sesi Happy Hour Networking akan didukung oleh Korean Film Commission and Industry Network (KFCIN), Triple Green CineCapital (TGC), serta Asian Film Alliance Network (AFAN) yang bekerja sama dengan Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC). Edisi perdana JAFF Market melampaui ekspektasi sebagai pusat kolaborasi, transaksi, dan kemitraan lintas sektor. Edisi kedua ini diharapkan menghadirkan energi yang lebih besar, wawasan industri yang lebih dalam, serta pertemuan kreatif yang semakin luas dari berbagai kawasan.