Hari ini : Kamis, 02 April 2026

NEWS

Mandela Pictures dan Desert Bloom Pictures Resmi Umumkan Slate Empat Film di JAFF

Yogyakarta - Mandela Pictures (Indonesia) dan Desert Bloom Pictures (Korea–Los Angeles) resmi mengumumkan kerja sama slate empat film, yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024 di Yogyakarta.

Kolaborasi ini membangun jalur produksi strategis yang menghubungkan Indonesia, Korea, dan Hollywood—menggabungkan keahlian blockbuster Desert Bloom dengan kekuatan IP lokal Mandela Pictures serta akses ke pasar terbesar di Asia Tenggara.

Desert Bloom Pictures dipimpin oleh Jennice Lee, Hugh Cha, dan Hyoungjin Park, trio kreatif di balik film Korea Exhuma dan Along With the Gods, serta berpengalaman di Studio Dragon, Dexter Studios, dan Lotte Cultureworks. Beroperasi antara Seoul dan Los Angeles, perusahaan ini berfokus pada pembuatan konten lintas budaya untuk penonton Asia dan Amerika Serikat.

Mandela Pictures, dipimpin oleh Manoj, Deepak, dan Lavesh Samtani, tengah memperluas portofolionya melalui pembangunan film-film genre dan komersial berkualitas tinggi, didukung oleh katalog film yang kian berkembang dan jejak yang kuat di bioskop serta platform streaming Indonesia.

Empat Proyek dalam Slate Awal

  1. “Ugly Duckling” (Working Title)
     Sebuah dramedy untuk pasar Indonesia yang mengeksplorasi tema citra diri, identitas, dan reinvensi di era media sosial. Film ini merupakan koproduksi Indonesia–Korea dan dikembangkan dari IP orisinal Hollywood. 
     
  2. Dua Film Fitur Berlatar Indonesia
     Keduanya mengadaptasi IP dari Amerika Serikat atau Korea, dengan pendekatan ulang agar sesuai dengan humor, budaya, dan konteks Indonesia.
     
  3. Film Horor Korea Tanpa Judul
     Mengangkat salah satu IP unggulan dari label horor Mandela, BN13. Film ini ditujukan terutama untuk pasar Korea, namun dibangun untuk menarik penonton internasional di segmen horor dan streaming.
     

Pernyataan Resmi

“Kami tidak menginginkan sekadar satu proyek bersama; kami menginginkan sebuah slate yang kuat,” ujar Lavesh Samtani, COO Mandela Pictures. “Dimulai dari Ugly Duckling dan sebuah judul horor utama dari label BN13, tujuan kami adalah menghadirkan cerita berakar Indonesia yang dapat hidup di Jakarta, Seoul, dan Los Angeles.”

“Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan,” tambah Jennice Lee, CEO Desert Bloom Pictures. Hugh Cha, Co-CEO Desert Bloom Pictures, menegaskan, “Dengan memadukan kekuatan IP dan wawasan lokal Mandela dengan jaringan IP Korea dan Hollywood yang kami miliki, kami melihat peluang besar untuk membangun ekosistem studio lintas negara jangka panjang.”

Kemitraan ini juga mencakup program pertukaran kreatif, melibatkan penulis, sutradara, dan kepala departemen dari Korea untuk bekerja langsung dengan tim Indonesia dalam writers’ room gabungan dan produksi di lapangan. Sebaliknya, talenta Indonesia juga akan diberi akses untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek Korea maupun hybrid.

Detail lebih lanjut terkait tim kreatif, casting, dan jadwal produksi akan diumumkan seiring perkembangan proyek.

OHTER POST