Yogyakarta - Mandela Pictures secara resmi mengumumkan rangkaian proyek film terbaru yang akan dirilis dalam dua tahun ke depan. Slate ini mencakup tiga judul utama:
- Bisikan Desa Gringsing
- Rumah Singgah
- Lukisan Berlumur Darah
Ketiga film ini merefleksikan fokus baru Mandela Pictures: mengembangkan karya-karya yang secara kreatif berani, lahir dari kolaborasi lintas pihak, dan dirancang untuk menjadi tontonan yang kuat dan menggugah emosi.

TIGA PROYEK UTAMA SLATE MANDELA PICTURES
BISIKAN DESA GRINGSING
Kerja Sama Indonesia–Singapura–Malaysia & Horor Virtual Production Pertama Bisikan Desa Gringsing menjadi salah satu tonggak penting bagi Mandela Pictures sebagai film horor co-production pertama antara Indonesia–Singapura–Malaysia, sekaligus film horor pertama yang menggunakan teknologi virtual production di kawasan ini.
Film ini diproduksi oleh Mandela Pictures dan OMG Studios Singapore, ditulis dan disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, dan saat ini tengah memasuki hari-hari terakhir masa syuting.
Dibintangi oleh Aghniny Haque sebagai pemeran utama, film ini juga menghadirkan jajaran cast kuat seperti Surya Saputra, Kiki Narendra, Khiva Iskak, Fatmah Nahdi, dan banyak nama lainnya.
Dengan teknologi virtual production dan lokasi syuting di Johor Bahru, Malaysia serta Subang, Jawa Barat, Bisikan Desa Gringsing digarap sebagai film horor yang kuat secara emosional dan ditujukan menjadi salah satu film dengan visual terindah di layar.

RUMAH SINGGAH
Drama emosional tentang tujuan hidup para penderita Kanker yang optimis untuk mencapai bucket list terakhir mereka dan arti dukungan orang terdekat.
Film ini menyoroti bagaimana sistem yang belum sempurna kerap membuat mereka merasa sendirian, dan betapa krusialnya dukungan orang-orang terdekat ketika diagnosis itu datang.
Proyek ini merupakan co-production antara Mandela Pictures, Senara, dan Limelight Pictures. Film ini disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Raditya berdasarkan ide cerita Celvin Jaya Hadi, dengan Zara Adhisty dan Devano Danendra sebagai pemeran utama.
Diperkuat oleh akting menyentuh dari Ciccio Manassero, Messi Gusti, Dewi Irawan, Aming, dan banyak pemain lainnya. Ensemble cast ini menghadirkan lapisan emosi yang kaya, dari keputusasaan, kemarahan, kehangatan, humor, hingga sebuah harapan sebagai manusia di kala waktu yang tersisa tidak banyak lagi, akan membuat penonton merasa dekat dengan perjalanan karakter.
Melalui kisahnya, Rumah Singgah dihadirkan sebagai film yang *menghangatkan hati namun tetap jujur menggambarkan realitas:* bahwa di tengah sakit, rasa takut, dan ketidakpastian, kehadiran orang-orang yang mau menemani dan berjuang bersama bisa menjadi “rumah” paling penting bagi siapa pun yang sedang berjuang melawan kanker. Dan bagi kita semua, ketika kita menerima seburuk apapun takdir kita, perjuangkanlah apa yang patut diperjuangkan di sisa hidup kita.
LUKISAN BERLUMUR DARAH
Menghidupkan Kembali Ikon Horor 1988 untuk Generasi Baru Lukisan Berlumur Darah merupakan remake dari film horor ikonik tahun 1988 yang menjadi salah satu judul kultus dalam sejarah horor Indonesia.
Versi terbaru ini akan menjadi co-production pertama antara Mandela Pictures dan Relate Films, dan akan ditulis serta disutradarai oleh Adriyanto Dewo. Proyek ini ditargetkan memasuki masa produksi pada kuartal kedua 2026.
Dengan pendekatan visual dan naratif yang lebih modern, proyek ini bertujuan untuk menghormati warisan film aslinya sekaligus memperkenalkan kembali kisahnya kepada penonton generasi baru—dengan tensi horor yang lebih intens, karakter yang lebih berlapis, dan eksplorasi tema yang relevan dengan konteks sosial hari ini

BN13: GENRE STUDIO BARU DI BAWAH MANDELA PICTURES
Selain pengumuman slate film, Mandela Pictures juga mengumumkan kolaborasi strategis bersama Dienan Silmy dan Sonya Laoh dalam membentuk sebuah entitas baru di bawah payung perusahaan Mandela Pictures, yaitu:
BN13
BN13 didirikan sebagai genre studio yang secara khusus mengelola dan mengembangkan aset-aset Bumi Nusantara, dengan fokus pada horor dan genre nasional yang:
- bertumpu pada riset budaya dan folklore lokal,
- memanfaatkan pendekatan visual dan naratif yang modern,
- terbuka terhadap eksplorasi lintas format (film, seri, dokumenter, hingga konten digital),
- serta berorientasi pada penciptaan kisah-kisah lokal yang dapat diterima dengan baik di Indonesia maupun pasar internasional, termasuk membuka peluang agar cerita-cerita tersebut dapat diproduksi di luar Indonesia.
BN13 menargetkan produksi minimal dua hingga maksimal tiga IP horor/genre setiap tahun, dimulai dengan empat judul unggulan berikut:
- ISTANA RATU KIDUL
- TEROR GAIB SATU MALAM
- WARISAN ILMU HITAM
Sebagai salah satu proyek kunci, Istana Ratu Kidul dikembangkan sebagai IP lintas format yang menelusuri hubungan manusia dengan Sang Penguasa Pantai Selatan—bergerak di antara mitologi Jawa, pengalaman spiritual, dan perjalanan batin seorang perempuan yang terseret ke dunia gaib. Proyek ini diposisikan sebagai pintu gerbang ke semesta horor Bumi Nusantara yang kaya, sinematis, dan siap diperluas ke berbagai medium cerita.
“Melalui slate baru dan lahirnya BN13, kami ingin menunjukkan bagaimana Mandela Pictures terus mendorong kolaborasi, mengadopsi teknologi baru, dan meracik cerita-cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan jejak emosional yang kuat pada penonton,” ujar Manoj Samtani, CEO Mandela Pictures