Hari ini : Kamis, 02 April 2026

NEWS

Borobudur Moon Edisi Indonesia Keroncong Festival 2025 "Serenade Nusantara: Gema Keroncong Indonesia Untuk Dunia"

Magelang – Pada penghujung tahun 2025 ini Borobudur Moon dihadirkan kembali dengan sajian berbeda, kali ini dengan edisi spesial Indonesia Keroncong Festival. Pergelaran ini menggabungkan drama tari kolosal, tari tradisional, musik etnik, dan orkestra keroncong yang dikemas menarik. Kegiatan utama digelar di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur, Magelang (Selasa, 16 Desember 2025)

Pemilihan Borobudur sebagai lokasi IKF memberikan latar yang megah dan prestisius, memperkuat pesan bahwa keroncong, layaknya Borobudur, merupakan warisan budaya berharga yang tetap hidup, adaptif, dan mampu menyatukan berbagai perbedaan.

IKF 2025 mengusung tema “SERENADE NUSANTARA”, menyiratkan makna penghormatan besar pada keberagaman warisan budaya, kolaborasi lintas budaya dan semangat inklusivitas. Selain itu, kami juga mengangkat tagline “SWARALOKHATULISTIWA”, merupakan gabungan dari “swara”, “lokalitas”, dan “khatulistiwa”. Ketiga elemen ini mempertegas pesan, bahwa bunyi, lokalitas, dan gema keroncong yang meluas ke berbagai penjuru dunia.

Pergelaran IKF sesi malam akan menghadirkan: Drama Tari Kolosal, Kunto Aji, Citra Scholastika, Indra Utami Tamsir, Didiek SSS dan Calista SSS, Mus Mujiono, Nur Handayani, musisi lintas etnik, dan Borobudur Keroncong Orchestra; dan sesi sore akan menampilkan tarian tradisi, kelompok keroncong Side of X, Sono Seni Ensemble, dan Kos Atos.

IKF 2025 dan Misi Keroncong Goes to ICH-UNESCO

Selain agenda pergelaran yang dikemas bersama Borobudur Moon, Indonesia Keroncong Festival juga menghadirkan kegiatan seminar (Sabtu, 13 Desember). Seminar ini mengusung tema “Keroncong Goes to Intangible Cultural Heritage-UNESCO”. Seminar ini merupakan wujud komitmen IKF untuk meluaskan gema keroncong hingga diakui sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Seminar ini bukan hanya membicarakan wacana, karena aksi dari misi Keroncong Goes to UNESCO ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Seminar akan menghadirkan Bambang “James” Herry (Putra Maestro Waldjinah), dan Erie Setiawan (Koordinator Tim Keroncong UNESCO). Seminar ini tentu saja dapat menjadi media sosialisasi dan ruang dialog interaktif antara praktisi, akademisi, dan pecinta keroncong untuk mendiskusikan langkah-langkah kolaborasi konkrit ke depan untuk pengembangan musik keroncong.

Musik keroncong adalah musik yang fleksibel serta terbuka dengan berbagai kemungkinan transformasi kreatif dan inovatif, sehingga dapat terus relevan bagi masyarakat lintas generasi. Harapan dari digelarnya Indonesia Keroncong Festival 2025 adalah dapat memperkuat identitas musik keroncong dalam lanskap kebudayaan Indonesia serta membuka jalan baru bagi diplomasi internasional. Musik keroncong adalah musik yang fleksibel serta terbuka dengan berbagai kemungkinan transformasi kreatif dan inovatif, sehingga dapat terus relevan bagi masyarakat lintas generasi. Harapan dari digelarnya Indonesia Keroncong Festival 2025 adalah dapat memperkuat identitas musik keroncong dalam lanskap kebudayaan Indonesia serta membuka jalan baru bagi diplomasi internasional.

OHTER POST