Surakarta - Setelah sukses menyelenggarakan Album Release Party sebagai penanda peluncuran album kompilasi karya para finalis, Bintang Muda Lokananta Vol. 2 (BML) menutup rangkaian program melalui Tur Bintang Muda Lokananta Vol. 2 yang telah diselenggarakan di Jakarta (11/7) dan Yogyakarta (18/7). Dalam rangkaian Tur, tiga finalis terpilih, Drewgon, Barmy Blokes, dan BeverlyLine, tampil di livehouse M Bloc Space, Jakarta yang turut dimeriahkan oleh Swellow Band dan penampilan di Milli Sayidan, Yogyakarta yang turut dimeriahkan oleh Skandal Band. Tur dua kota ini melengkapi seluruh rangkaian program inkubasi yang dimulai dengan Lokananta Studio Gigs, Mentoring Session, Rekaman di Studio Lokananta, serta Album Release Party.

Dengan dukungan penuh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) dan PT Danareksa (Persero), penyelenggaraan tur ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pengembangan yang berkelanjutan bagi talenta musik muda Indonesia. Selain mempertemukan para finalis dengan audiens lebih luas, tur ini juga menjadi ruang bertemu dan berbagi antara musisi pendatang baru dan musisi yang telah menjadi bagian dari ekosistem musik Indonesia.
Berbeda dengan program pencarian bakat lainnya, Bintang Muda Lokananta dirancang sebagai program inkubasi yang berkelanjutan dalam mempersiapkan regenerasi talenta musik Indonesia. Diawali dengan proses kurasi yang ketat, mentoring, rekaman di Studio Lokananta, hingga Album Release Party, rangkaian tur menjadi tahap akhir yang memperkuat kesiapan para finalis memasuki industri musik. Melalui pengalaman tampil di dua kota dengan karakter audiens dan ekosistem musik yang berbeda, para finalis memperoleh pengalaman panggung yang lebih luas, memperkuat kapasitas profesional, memperluas jejaring dengan komunitas dan pelaku industri musik, serta meningkatkan eksposur karya mereka kepada publik. Rangkaian ini menegaskan komitmen Bintang Muda Lokananta untuk tidak hanya menemukan talenta baru, tetapi juga mendampingi proses pengembangan mereka agar mampu tumbuh dan berdaya saing dalam ekosistem musik Indonesia.
Berasal dari Maluku Tenggara, Drewgon merasakan secara langsung bagaimana program ini membuka ruang bagi musisi dari berbagai daerah untuk memperoleh kesempatan yang setara dalam berkarya. "Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bisa melalui proses yang selengkap ini. Mulai dari mendapatkan insight baru di mentoring session, diberi kesempatan mengembangkan karya dengan mengeksplorasi arsip-arsip musik Lokananta lalu merekamnya di Studio Lokananta, hingga berkesempatan tampil dalam tur di dua kota. Semua itu membuka kesempatan yang sebelumnya terasa sangat jauh. BML membuatku merasa memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkembang".
Setiap finalis membawa pengalaman yang berbeda selama mengikuti rangkaian Bintang Muda Lokananta Vol. 2. Bagi BeverlyLine, momen berkesan justru hadir melalui mentoring session, yang memberikan perspektif baru dan mendorong mereka mengambil langkah kreatif yang belum pernah dicoba sebelumnya.
"Sesi mentoring menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami. Dari sana kami mendapat banyak perspektif baru tentang bagaimana karya bisa lebih dekat dengan pendengarnya. Insight tersebut akhirnya mendorong kami untuk pertama kalinya merekam lagu berbahasa Indonesia. Itu menjadi langkah baru yang mungkin tidak akan kami ambil jika tidak mengikuti rangkaian mentoring di Bintang Muda Lokananta Vol. 2", Ujar Manggar, personil dari BeverlyLine.
Jika BeverlyLine menyoroti pembelajaran dalam proses kreatif, Barmy Blokes lebih banyak menekankan energi dan semangat yang mereka dapatkan sepanjang rangkaian program.
Wiki, vokalis dari Barmy Blokes mengatakan, "Yang paling berkesan bagi kami selama mengikuti Bintang Muda Lokananta Vol. 2 adalah kesempatan untuk terhubung dengan begitu banyak orang. Kami bisa berdiskusi langsung dengan para mentor, bertukar pengalaman dengan sesama finalis, hingga bertemu audiens baru di Jakarta dan Yogyakarta. Semua pengalaman itu membuat kami sadar bahwa perjalanan musisi tidak berhenti saat karya selesai dibuat. Justru dari pertemuan-pertemuan seperti inilah kami belajar, membangun jejaring, dan menemukan semangat baru untuk terus berkarya."
Tur Bintang Muda Lokananta Vol. 2 di Yogyakarta menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan para finalis dengan pelaku industri untuk berbagi pengalaman serta membahas perjalanan musisi dalam membangun karirnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heruwa, vokalis Shaggydog sekaligus perwakilan DoggyHouse Records dan Milli Sayidan, menyoroti pentingnya ekosistem yang mendukung proses bertumbuhnya musisi. Menurutnya, regenerasi talenta musik tidak cukup hanya dengan menghadirkan panggung, tetapi juga perlu dukungan melalui program yang memungkinkan musisi saling belajar, membangun jejaring, bertukar perspektif, dan terhubung dengan komunitas, pelaku industri, serta audiens sebagai bagian dari ekosistem musik yang berkelanjutan.