Hari ini : Jumat, 04 September 2026

NEWS

GAUNG GUMAUNG 2026: 18 Kolektif, Sembilan Lokasi, dari Titik Nol sampai Kawasan Merapi

Yogyakarta - Festival musik elektronik GAUNG kembali digelar untuk edisi kedua pada 7-13 September 2026, menyebar di sembilan lokasi di Yogyakarta - dari Titik Nol Kilometer, kampung Wijilan, bus yang mengitari kota, sampai hutan bambu di kawasan Merapi. Sepanjang pekan, lebih dari 40 penampil dari Yogyakarta, Jakarta, Solo, Pacitan, Purworejo, Purwokerto, hingga Melbourne dan Sydney akan tampil dalam program yang dikerjakan bersama delapan belas kolektif/penyelenggara acara.

Seperti tahun lalu, GAUNG bekerja sama dengan kelompok-kelompok yang konsisten menyelenggarakan acara musik elektronik, menyajikan gathering musisi-musisi hiphop di kawasan Malioboro (bersama Jumat Gombrong), sesi musik dalam kampung (bersama Tuesday Louder), noise bombing dalam bus (bersama Jogja Noise Bombing), hingga perkemahan Sabtu-Minggu dengan musik dansa elektronik dan aktivisme lingkungan (bersama Klub Menepi dan Post Party Syndroma).

Beberapa hal yang membedakan edisi tahun ini: perayaan musik “funky kota” bersama musisi-musisi yang membentuk genre funkot selama 20 tahun terakhir (bersama Prontaxan), sesi musik improvisasi dengan ansambel all-female (bersama Kombo Lab dan Perempuan Komponis: Forum & Lab), dan konser musik klasik-elektronik (bersama Art Music Today). Selain itu, Klub Menepi menutup festival dengan kegiatan penanaman pohon sorghum dan gayam di bekas lahan tambang pasir di kawasan Merapi.

Selama 7-11 September, ada satu titik kumpul: Gaung Diskotek di Langgeng Art Foundation, yang menjadi ruang publik gratis berisi toko rilisan (dikelola komunitas Jogja Record Store Club), listening room (dirancang oleh Suara Dewandaru), dan pameran instrumen elektronik buatan lokal (dikurasi oleh Instrumentasia). Di sini, pengunjung dapat mengikuti lokakarya pembuatan pedal gitar, mengikuti sesi dengar dengan berbagai tamu undangan lokal dan internasional, dan mencoba instrumen-instrumen elektronik buatan seniman Indonesia.

Tiket: Seluruh program gratis, kecuali Noise on the Bus (karcis Rp 15.000 tunai) dan Klub Menepi #9 (mulai Rp 100.000, tergantung paket).

Gaung Gumaung 2026 dalam Angka

● 7 hari: 7–13 September 2026

● 9 lokasi di Yogyakarta

● 18 kolektif dan penyelenggara acara

● Lebih dari 40 penampil

● 1 titik kumpul publik gratis: Gaung Diskotek, 7–11 September

Tentang GAUNG

GAUNG merupakan proyek yang didirikan tahun 2024 oleh tiga produser dan kurator berbasis di Yogyakarta: Ari Wulu, Andreas Siagian, dan Wok The Rock. Mereka aktif di skena musik elektronik dan eksperimental sejak akhir 1990-an lewat kolektif-kolektif musik: Komunitas Gayam 16, Instrumentasia, dan Yes No Klub. Di tahun 2025, musisi Leilani Hermiasih dan seniman Uma Gumma bergabung tim programmer. Kelimanya bekerja bersama dalam mengarahkan GAUNG.

GAUNG bekerja sebagai catu daya sekaligus stasiun jaringan bagi dunia musik elektronik, dalam bentuk festival modular. Sepanjang enam bulan, program GAUNG mencakup Gaung Ignition, Gaung Rumakit, Gaung RTFM, Salon Gaung, Gaung Sintesa, dan puncaknya pekan festival Gaung Gumaung. Model kerjanya bertumpu pada gotong-royong: GAUNG menghubungkan komunitas, inisiatif, dan proyek musik untuk menyelenggarakan riset, seminar, lokakarya, dan pertunjukan di berbagai lokasi di Yogyakarta.

Rekan Kolektif Penyelenggara Gumaung 2026: Acehouse Collective, Art Music Today, Instrumentasia Jogja Noise Bombing, Jogja Record Store Club, Jogja Sonic Index, Jumat Gombrong, Klub Menepi, Kombo Lab, Komunitas Gayam 16, Mantrijeron Elektrik, Perempuan Komponis: Forum & Lab, Post Party Syndroma, Prontaxan, Rekam Bergerak, Soundboutique, Suara Dewandaru, Tuesday Louder.

OHTER POST

Hadirkan Warna Baru, Sang Diva Luncurkan EP "Merindu"

Dalam memperingati bulan lahir

...


Menutup ARS LONGA: GENERATIO dengan Kesadaran Kolektif Baru

ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERAT

...


Pembukaan Pameran Narimo ing Punkdoomed by ADGI Jogja

ADGI Jogja telah resmi membuka

...