Hari ini : Selasa, 22 September 2026

NEWS

Yogyakarta menjadi Titik Temu Budaya Nusantara melalui Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV Tahun 2026

Yogyakarta - Taman Budaya Yogyakarta akan menjadi ruang perjumpaan para pelaku seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia melalui Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV Tahun 2026. Mengusung tema "Gyaning Rasa Mantraning Nusantara" dan slogan "Srawung Karya, Gulawenthah Budaya", akan berlangsung pada 28 September - 1 Oktober 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.

Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Taman Budaya Yogyakarta, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV. Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia akan hadir untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta mempresentasikan karya seni pertunjukan dari daerah masing-masing di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia merupakan wadah pertemuan antartaman budaya dari berbagai provinsi di Indonesia untuk memperkuat jejaring, membuka ruang pertukaran karya dan gagasan, serta mendorong kolaborasi dalam pengembangan seni dan budaya. Melalui pertemuan ini, Taman Budaya tidak hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi juga menjadi ruang dialog dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan ekosistem kebudayaan.

Tema "Gyaning Rasa Mantraning Nusantara" merefleksikan perjumpaan pengetahuan, rasa, dan kekuatan budaya Nusantara. Sementara slogan "Srawung Karya, Gulawenthah Budaya" menegaskan semangat untuk mempertemukan karya sekaligus merawat, mengembangkan, dan meregenerasikan kebudayaan melalui interaksi antardaerah.

Rangkaian Kegiatan

Selain pentas seni dari 17 Taman Budaya se-Indonesia, Temu Karya Taman Budaya juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan pendukung yang membuka ruang interaksi seni dan budaya bagi masyarakat luas, antara lain:

Suluh Sumurup Art Festival dengan tema "Maneges" 24 September-2 Oktober 2026. Pameran seni rupa yang memberikan ruang inklusif bagi seniman difabel dari DIY dan berbagai daerah di Indonesia, dengan mengusung semangat kesetaraan, apresiasi, dan pemberdayaan dalam ekosistem seni rupa. Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Suluh Sumurup Art Festival Tahun 2026 yang menghadirkan 193 karya dari 131 seniman difabel, melibatkan 13 komunitas, sanggar, dan sekolah dari 14 provinsi, serta diperkuat dengan partisipasi 6 Taman Budaya se- Indonesia. Seluruh karya tersebut dipresentasikan di Galeri/Ruang Pameran Taman Budaya Yogyakarta, sebagai ruang perjumpaan dan apresiasi terhadap keberagaman ekspresi seni para seniman difabel sekaligus bagian dari upaya membangun ekosistem seni yang semakin inklusif dan setara.

Pojok Kreatif Taman Budaya 27 September-2 Oktober 2026. Menghadirkan produk kreatif, kerajinan, cendera mata, kuliner, serta karya pelaku ekonomi kreatif yang dilengkapi dengan berbagai aktivasi workshop seni dan panggung kesenian.

Konser Musik Orkestra Taman Budaya Yogyakarta 28 September 2026. Menjadi bagian dari Pembukaan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV di Concert Hall Taman Budaya, dengan mempertemukan musisi, komponis, arranger, dan konduktor dalam sajian harmoni orchestra dengan konduktor Oni Krisnerwinto, dan menghadirkan penampilan anak-anak Vocal dari Bimbingan Seni Art For Children (AFC) Taman Budaya, Tyok Satrio, Princessa Alicia, dan Marcella Dee, serta bintang tamu Ndarboy Genk. Selain itu pada malam Pembukaan juga menghadirkan sejumlah sajian seni dari Sanggar Kancil Art serta maestro Didik Nini Thowok.

Gelar Karawitan "Ndang Tak Gong" - 29 September 2026. Bertempat di Lobby Gedung Societeit Millitaire akan menghadirkan Grup Kidang Alit. Pertunjukan karawitan ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan para Kepala Taman Budaya se- Indonesia sekaligus ruang apresaisi terhadap tradisi karawitan.

Aksi Membatik Bersama Kain 25 Meter 2 Oktober 2026. Menjadi bagian penutup rangkaian kegiatan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, melibatkan anak- anak Bimbingan Seni Art for Children TBY dan masyarakat umum sebagai sarana edukasi dan apresiasi terhadap batik sebagai warisan budaya.

Rangkaian Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV, diawali dengan Pembukaan Pameran Seni Rupa Difabel Suluh Sumurup Art Festival pada 24 September 2026. Pada malam harinya, Komunitas Playon Jogja bersama perwakilan OPD Pemerintah Daerah DIY akan turut meramaikan rangkaian kegiatan melalui agenda Thursday Night Run.

 

Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara

Melalui penyelenggaraan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV, kegiatan ini dapat menjadi ruang srawung kebudayaan yang mempertemukan berbagai gagasan, karya, pengalaman, dan praktik pengelolaan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih dari sekadar perhelatan seni, Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV diharapkan dapat memperkuat jejaring antartaman budaya, membuka peluang kolaborasi, serta turut mendukung upaya pemajuan kebudayaan nasional melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi.

OHTER POST

FKY 2026 "Aksara" Pamit, Festival Inklusif dan Ramah Anak jadi Wajah Baru FKY 2026

Festival Kebudayaan Yogyakarta

...


Bawa Konsep Pendewasaan Diri, Pamungkas Rilis Single "Adam"

Solois dan pencipta lagu asal

...


"PERTIWI" - LAGU BARU YURA YUNITA YANG MUNGKIN TAK PERLU DIJELASKAN

Ditulis oleh Donne Maula denga

...


FKY 2026 Dibuka di Beran Sleman, Hadirkan Kolaborasi Seniman dari Seluruh Penjuru Yogyakarta

Kunto Aji sebagai putra asli S

...