posted 12 November, 2019 05:55
Bagi Yusman seni adalah kegembiraan yang ditorehkannya pada rasa Nasionalisme. Keinginannya melestarikan nilai-nilai sejarah memicunya untuk membuat pahatan patung pahlawan yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa. Semua ini diwujudkan dalam bentuk monument, diorama dan relief. Anak kedelapan dari Sembilan bersaudara, pada tanggal 12 November 1964 telah dilahirkan seorang seniman yang tinggal di sebuah desa kecil Sukamenanti, Pasaman, Sumatera Barat. Ayah nya bernama H. A. Menan, seorang pegawai kecil Departemen Perikanan, ibunya bernama Hj. Salamah, seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil Yusman sudah menunjukkan minat dan bakatnya terhadap olahraga dan kesenian. Selain itu bercita-cita ingin masuk ke Jurusan Seni Lukis, namun Yusman diterima kuliah di Jurusan Seni Patung.